Friday, September 14, 2018

cerita nabi LUTH dan azab yang diberikan kepda kaum sodom


cerita nabi luth AS dan azab yang diberikan ALLAH SWT kepada kaum sodom

Asal usul Nabi Luth
Nabi Luth AS merupakan anak saudara laki-laki dari Nabi ibrahim as. Ayah Nabi Luth AS bernama hasa bin tareh merupakan saudara sekandung dari Nabi Ibrahim. Beliau pindah bersama Nabi Ibrahim AS dari negeri babil ke negeri syam. Tetapi tidak lama kemudian penghidupan memaksa kedua Nabi ini berpisah. Nabi Luth AS menetap di sebuah dusun yang bernama sadum, masih dalam wilayah palestina.

Allah mengutus malaikat menimpakan azab untuk Nabi Luth AS
Luth merasa kesal hati mendengar dakwa dan nasehat-nasehat Nabi Luth AS yang tidak putus-putus itu dan minta agar ia menghentikan aksi dakwanya atau menghadapi pengusir dirinya dari sadum bersama semua keluarga. Sudah tidak ada harapan lagi bagi masyarakat sadum dapat terangkat dari lembah kesesatan dan keruntuhan moral mereka dan bahwa meneruskan  dakwa kepada mereka yang sudah buta-tuli hati dan fikirkan serta menyia-nyiakan waktu, obbat satu-satunya menurut pikiran Nabi Luth AS untuk mencegah penyakit akhlak itu yang sudah parah menular kepada tetangga-tetangga dekatnya, ialah membasmi mereka dari atas bumi sebagai pembalasan terhadap kekerasan kepada mereka, juga untuk menjadi ibrah dan pengajaran umat-umat di sekelilingnya. Beliau memohon kepada Allah yang maha kuasa agar kaumnya yaitu masyarakat sadum diberi ganjaran berupa azab di dunia sebelum azab bagi mereka di akhirat kelak.
Jika mereka diberi nasehat mereka menjawab :’’Datangkanlah siksaan Allah itu, hai Luth, jika sekiranya engkau orang yang benar’’
Setelah mendengar ejekan dari mereka, Nabi Luth AS berdoa kepada Allah, sebagaimana tersebut dalam Al qur an :
Luth berdoa : ‘’Ya Tuhan tolonglah aku dengan menimpakan azab atas kaum yang berbuat kerusakan itu’’ (QS. 29 : 30)
Permohonan Nabi Luth dan doanya di perkenalkan dan dikabulkan oleh Allah SWT. Allah mengutus beberapa malaikat untuk menurunkan azab terhadap kaum Nabi Luth AS yang durhaka dan mengingkari Allah. Ketika datang kabar kepada Nabi Ibrahim AS akan dibinasakan negeri Nabi luth AS dengan kaumnya, karena penduduknya yang selalu durhaka dan maksiat maka terpanjatlah Nabi Ibrahim AS. Firman Allah dalam Al Qur’an:
Berkatalah Ibrahim :’’Sesungguhnya di kota itu ada luth’’
Para malaikat berkata:’’kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia, dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)’’(QS. 29:32)
Tiga orang malaikat tersebut menyamar sebagai manusia biasa. Mereka adalah malaikat yang bertamu kepada Nabi Ibrahim AS dengan membawa berita gembira atas kelahiran Nabi Ishaq AS, dan memberi tahu kepada mereka bahwa dia adalah utusan Allah dengan menurunkan azab kepada kaum Luth AS penduduk kota sadum. Dalam kesempatan pertemuan dimana Nabi Ibrahim AS telah memohon agar penurunan azab atas kaum sadum di tunda, kalau kalau mereka sadar mendengarkan dan mengikuti ajakan Nabi Luth AS serta bertaubat dari segala maksiat dan perbuatan mungkar. Juga dalam pertemuan itu Nabi Ibrahim AS mohon agaar anak saudaranya, Nabi Luth AS diselamatkan darai azab yang akan diturunkan kepada kaum sadum permintaan itu diterima oleh malaikat dan dijamin bahwa Nabi Luth AS dan keluarganya tidak akan terkenal azab, kecuali istrinya.
Para malaikat itu sampai di Sandum dengan menyamar sebagai lelaki remaja yang berparas tampan dan bertubuh yang elok dan bagus. Dalam perjalanan mereka hendak memasuki kota, mereka berselisih dengan orang gadis yang cantik dan ayu sedang mengaambil air dari sebuaah sungai. Para malaikat atau lelaki remaja itu bertanya kepada si gadis kalau-kalau mereka di terima ke rumah sebagai tamu. Si gadis tidak berani memberi keputusan sebelum ia berunding terlebih dahulu dengan keluarganya. Maka ditinggalkan para lelaki remaja itu oleh si gadis seraya ia pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberi tahu ayahnya.
Si ayah yaitu Luth AS sendiri mendengar laporan puterinya menjadi bingung jawaban apa yang harus ia berikan kepada para pendatang yang ingin bertamu ke rumahnya untuk beberapa waktu, namun menerima tamu-tamu remaja yang berparas tampan akan mengundang resiko gangguan kepadanya dan kepada tamu-tamunya dari kaumnya yang tergila-gila oleh remaja yang mempunyai tubuh bagus dan wajan yang tampan. Sedang kalau hal yang demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggung jawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat itu.
Setelah difikirkan akhirnya diputuskan oleh Nabi Luth AS kalau ia akan menerima mereka sebagai tamu di rumahnya apapun yang akan terjadi sebagai akibat keputusannya ia pasarahkan kepada Allah yang akan melindunginya. Kemudian pergilah Nabi Luth sendiri menemui tamu-tamu yang sedang menanti di pinggir kota lalu ajaklah mereka bersama-sama ke rumah koda sadum sudah dalam keadaan gelap, dan juga para warganya sedang di rumah masing-masing dalam keadaan tidur nyenyak.
Kepada istri dan kedua anaknya, Nabi Luth AS berpesan dan berusaha agar mereka merahasiakan kedatangan para tamunya, agar tidak di ketahui oleh kaumnya yang bengis dan haus maksiat. Namun karena istri Nabi Luth yang berpihak dengan masyarakat Sadum yang sesat, sehingga istrinya membocorkan rahasia atas para tamu tampan yang tinggal di rumahnya.
Selanjutnya, apa yang dicemaskan oleh Nabi Luth benar benar terjadi. Ketika masyarakat sadum mengetahui bahwa di rumahnya adaa pemuda, maka datanglah mereka ke rumahnya untuk melihat tamunya yang tampan itu untuk memuaskan nafsunya. Tentu saja Nabi Luth AS tidak membukakan pintu untuk mereka, dan berseru meminta agar mereka pulang lagi ke rumah masing-masing dan meminta tidak mengganggu para tamu Nabi Luth, yang semestinya dihormati dan dimuliakan, bukan diganggu. Mereka dinasihati agar meninggalkan kebiasaan yang keji yang bertentangan dengan fitrai manusia serta kodrat alam, yaitu Tuhan telah menciptakan manusia untuk berpasangan antara pria dan wanita untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makhluk ciptaannya yang termulia di atas bumi. Nabi Luth AS berseru meminta supaya mereka pulang pada istri-istri mereka dan meninggalkan perbuatan mungkar dan maksiat yang tidak sepantasnya itu, sebelum Allah memberikan mereka azab dan siksaan.
Namun Mereka yang telah sesat tidak dihiraukan dan dipedulikan juga seruan dan nasihat dari Nabi Luth AS. Bahkan mendesak akan mendobrak pintu rumah Nabi Luth dengan paksa dan kekerasan jika pintu rumahnya tidak segera dibuka. Karena Nabi Luth merasa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan orang-orang yang kaumnya yang sesat itu, maka Nabi Luth AS pun berkata secara terus terang kepada para tamunya
‘’Sesungguhnya saya tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam. Atau tidak memiliki senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka, tidak punya mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongan, maka aku merasa sangat kecewa,  bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalau gangguan terhadap tamu-tamuku di rumahku sendiri’’
Kaum Nabi Luth AS ditimpa Azab dari Allah Yang Maha Perkasa
Setelah keluh kesahnya diucapkan oleh Nabi Luth AS kepada para tamunya, para tamu tersebut segera memperkenalkan diri kepada Nabi Luth, bahwa mereka adalah para malaikat yang menyamar sebagai manusia yang bertamu kepada Nabi Luth, dan mereka mengatakan bahwa tujuannya datang ke sadum untuk melaksanakan tugas dari Allah yaitu menurunkan azab dan siksa atas kaumnya yang membangkang. Para malaikat itu kemudian menyarankan Nabi Luth AS untuk membuka pintu rumahnya lebar untuk memberi kesempatan bagi orang-orang yang sesat itu masuk. Namun ketika pintu itu dibuka daan orang-orang  sesat itu masuk, secara tiba-tiba mereka tidak bisa melihat apa apa. Diusap usapnya mereka mereka, ternyata mata mereka sudah menjadi buta.
Ketika orang-orang sesaat itu dalam keadaan buta dan berbenturan dengan satu sama lain. Para tamu atau malaikat itu berseru dan meminta agar Nabi Luth AS meninggalkan perkampungan itu bersama keluarga yang ia sayangin, karena azab dari Allah SWT telah tiba Waktunya untuk ditimpukkan. Nabi Luth AS dan keluarganya diberi pesan oleh malaikat dalam perjalanan keluar dari sadum tidak menengok ke belakang.
Sehabis tengah malam Nabi Luth AS beserta keluarga yaitu seorang istri, dan dua orang putri berjalan cepat keluar kota, tidak menoleh ke kanan atau ke kiri sesuatu pesan para malaikat. Namun karena istrinya masih masih berpihak pada masyarakat sadum yang sesat tidak tega meninggalkannya. Ia berada di belakang rombongan Nabi Luth AS berjalan secara perlahan lahan tidak secepat langkah suaminya itu, dan tak henti-hentinya menoleh ke belakang untuk mengetahui apa yang akan ditimpa oleh masyarakat sadum itu, serta seolah-olah ragu akan kebenaran ancaman para malaikat yang telah ia dengar dengan telinganya sendiri.
Kemudian, ketika sewaktu fajar menyingsing Nabi Luth AS dan dua putrinya telah melewati batas kota sadum, begegetarlah dengan dahsyat bumi di bawah kaki masyarakat sadum, begitu juga dengan istri Nabi Luth AS yang munafik itu. Gentaran itu lebih hebat dan kuat dari pada gempa bumi dan juga diiringi dengan angin kencang serta hujan batu yang menghancurkan kota sadum dan para warganya yang sesat itu.
Itulah azab yang sepantasnya ditimpahkan kepada orang-orang yang sesat, yang sudah diperingatkan oleh Nabi utusan Allah yang maha mengetahui, namun mereka tetap tidak mau mendengarkan. Semoga kita dan masyarakat kita terlindungi dari kemaksiatan, sehingga tidak timpa azab yang begitu pedih seperti pada cerita Nabi Luth AS di atas. Aamiin.
Terima kasih...

2 comments:

  1. Semoga kita dan masyarakat kita terlindungi dari kemaksiatan, sehingga tidak timpa azab yang begitu pedih seperti pada cerita Nabi Luth AS di atas. Aamiin.

    ReplyDelete