Showing posts with label kisah para nabi. Show all posts
Showing posts with label kisah para nabi. Show all posts

Monday, September 24, 2018

kisah khalifah Usman Bin Affan R.A lengkap


Usman bin Affan
kisah khalifah usman bin affan R.A

Usman bin Affan sahabat Nabi Muhammad SAW yang merupakan Khulafaur Rasyidin yang ke-3. Nama lengkap beliau adalah Usman bin Affan Al-Amawi Al-Quaeisyi, berasal dari Bani Umayyah. Lahir pada tahun keenam tahun Gajah. Kira-kira lima tahun lebih muda dari Rasulullah SAW.
Nama panggilannya Abu Abdullah dan gelarnya Dzunnurrain (yang punya dua cahaya). Sebab digelari Dzunuraian karena Rasulullah menikahkan dua putrinya untuk usman; Roqqoyah dan Ummu Kultsum. Ketika Ummu Kaltsum wafat, Rasulullah berkata; ‘’sekiranya kami punya anak perempuan yang ketiga, niscaya aku nikahkan denganmu.’’ Dari pernikahannya dengan Roqoyyah lahirlah anak laki-laki. Tapi tidak sampai besar anaknya meninggal ketika usia 6 tahun pada tahun 4 Hijiah.
Menikahi 8 wanita, empat diantaranya meninggal yaitu Fakhosyah, Ummu Banin, Ramlan dan Nailah. Dari perkawinannya lahir 9 anak laki-laki; Abdullah al-Akbar, Abdullah al-Ashgar, Amru, Umar, Kholid, al-Walid, Sa’id dan Abdul Muluk. Dan 8 anak perempuan.
Nama ibu beliau adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah. Beliau masuk Islam atas ajakan Abu Bakar, yaitu sesudah Islamnya Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Haristah. Beliau adalah salah satu sahabat besar dan utama Nabi Muhammad SWA, serta termasuk pula golongan as-Sabiqun al-Awwalin, yaitu orang-orang yang terdahulu Islam dan beriman.
Usman adalah seorang yang saudagar yang kaya tetapi dermawan. Beliau adalah seorang pedagang kain yang kaya raya, kekayaan ini beliau belanjakan guna mendapat keridhaan Allah, yaitu untuk pembangun umat dan ketinggihan Islam. Beliau memiliki kekayaan ternak lebih banyak dari pada orang arab lainnya.
Ketika kaum kafir Quarisy melakukan penyiksaan terhadap umat islam, maka Usman bin Affan diperintahkan untuk berhijrah ke Habsyah (Abyssinia, Ethiopia). Ikut juga bersama beliau sahabat Abu Khudzaifah, Zubir bin Awwam, Abdurahman bin Auf dan lain-lain. Setelah itu datang pula perintah Nabi SAW supaya beliau Hijrah ke madinah. Maka dengan tidak berpikir panjan lagi beliau tinggalkan harta kekayaan, usaha dagang dan rumah tangga guna memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya. Beliau Hijrah bersama-sama dengan kaum Muhajirin lainnya.
Pada peristiwah Hudaibiyah, Utsman dikirim oleh Rasulullah untuk menemui Abu di Mekkah. Usman diperintahkan Nabi untuk menegaskan bahwa rombongan dari Madinah hanya akan beribadah di ka’bah, lalu segera kembali ke Madina, bukan untuk memerangi penduduk Mekkah.
Suasana sempat tegang ketika usman tak kunjung kembali. Kaum muslimin sampai ikrar Rizwan-bersiap untuk mati bersama untuk menyelamatkan Usman. Namun pertumpahan darah akhirnya tidak terjadi. Abu Sofwan lalu mengutus Suhail bin Amir untuk berunding dengan Nabi Muhammad SAW. Hasil perundingan dikenal dengan nama perjanjian Hudaibiyah.
Semasa Nabi SAW masih hidup, Usman pernah dipercayai oleh Nabi untuk menjadi walikota Madinah, semasa dua kali masa jabatan. Pertama pada perang Dzatir Riqa dan yang kedua kalinya, saat Nabi SAW sedang melancarkan perang Ghatfahan.
Usman bin Affan aadalah seorang ahli ekonomi yang terkenal, tetapi jiwa sosial beliau tinggi. Beliau tidak segan-segan mengeluarkan kekayaannya untuk kepentingan Agama dan Masyarakat umum.
Sebagai Contoh :
1. Usman bin Affan membeli sumur yang jernih airnya dari seorang Yahudi seharga 200.000 dirham yang kira-kira sama dengan dua setengah kg emas pada waktu itu. Sumur itu beliau wakafkan untuk kepentingan rakyat umum.
2 .Memperluas Masjid Madinah dan membeli tanah di sekitarnya.
3. Beliau mendermakan 1000 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1000 dirham sumbangan pribadi untuk perang Tabuk, nilainya sama dengan sepertiga biaya ekspedisi tersebut.
4. Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Utsman juga pernah memberikan gandum yang diangkut dengan 1000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering.
Masa Kekhalifahan
Utsman bin Affan diangkat menjadi Khalifah atas dasar musyawarah dan keputusan sidang panitia enam, yang anggotanya dipilih oleh Khalifah Umar bin Khatab sebelum beliau wafat. Keenam anggota panitia itu ialah Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqas, Zubair bin Awwam bin Thalhah bin Ubaidillah.
Tiga hari setelah Umar bin Khatab wafat, bersidanglah panitia emam ini. Abdurrahman bin Auff memulai pembicaraan dengan mengatakan siapa diantara mereka yang bersedia mengundurkan diri. Ia lalu menyatakan dirinya mundur dari pencalonan. Tiga orang lainnya menyusul. Tinggallah Utsman  dan Ali. Abdurrahman ditunjuk menjadi penentu. Ia lalu menemui banyak orang meminta pendapat mereka. Namun pendapat masyarakat pun terbelah.
Konon, sebagian besar warga memang cenderung memilih Utsman. Sidangpun memutuskan Utsman sebagai Khalifah. Ali sempat protes. Abdurrahman adalah ipar Utsman. Sejak lama kedua keluarga itu bersaing. Namun Abdurrahman menyakinkan Ali bahwa keputusan adalah murni dari nurani. Ali kemudian menerima keputusan itu.
Maka Utsman bin Affan menjadi Khalifah ketiga dan yang tertua. Pada saat diangkat, ia telah berusia 70 tahun. Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram tahun 24 H. Pengumuman dilakukan setelah selesai Shalat dimasjid Madinah.
Masa KeKhalifaannya merupakan masa yang paling makmur dan sejahtera. Konon ceritanya sampai rakyatnya haji berkali-kali. Bahkan seorang budak dijual sesuai berdasarkan berat timbangannya.
Beliau adalah Khalifah kali pertama yang melakukan perluasan masjid al-Haram (Mekkah) dan masjid Nabawi (Madinah) karena semakin ramai umat Islam yang menjalankan rukun Islam kelima (haji). Beiau mencetuskan ide polisi keamanan rakyatnya, membuat bangunan khusus untuk mahkamah dan mengadili perkara. Hal ini belum pernah dilakukan oleh Khalifah sebelumnya. Abu Bakar dan Umar bin Khatab biasanya mengadili suatu perkara di masjid.
Pada masanya, Khutbah Idul fitri dan adha didahulukan sebelum Sholat. Begitu juga adzhan pertama pada Sholat Jum’at Beliau memerintahkan umat Islam pada waktu itu untuk menghidupkan kembali tanah-tanah yang kosong untuk kepentingan pertani.
Di masanya, kekuatan Islam melebarkan ekspansi. Untuk pertama kalinya, Islam mempunyai armada laut yang tangguh. Muawiyah bin Abu Sofyan yang menguasai wilayah Syria, palestina dan Liibanon membangun armada itu. Sekitar 1.700 kapal dipakai untuk mengembangkan wilayah ke pulau-pulau di Laut tengah. Siprus  pulau Rodhes digempur. Konstantinopelpun sempat dikepung.
Prestasi yang diperoleh selama beliau menjadi Khalifah antara lain
1.Menaklukan Syiria, kemudian mengangkat Mu’awiyah sebagai Gubernur.
2.Menaklukan Afrika Utara, dan mengakat Amr bin Ash sebagai Gubernur disana.
3.Menaklukan daerah Arjan dan Persia.
4.Menaklukan Khurasan dan Nashabur di Iran.
5.Memperluas Masjid Nabawi, Madinah dan Masjidil Haram, Mekkah.
6.Membakukan dan meresmikan mushaf yang disebut Mushaf Utsamani, yaitu kitab Al-qur’an yang dipakai oleh seluruh umat islam seluruh dunia sekarang ini. Khalifah Utsman membuat lima salinan dari Al-qur’an ini dan menyebarkannya ke berbagai wilayah Islam.
7.Setiap hari jum’at beliau memerdekakan seorang budak (bila ada)
Wafatnya Beliau
Riwayat menyebutkan Muhammad bin Abu Bakar (Gubernur Mesir yang Baru) membunuh Utsman bin Affan yang sedan membaca Al-Qur’an. Dalam riwayat lain. Disebutkan yang membunuh adalah Aswadan bin Hamrab dari Tujib, Mesir. Riwayat lain menyebutkan pembunuhannya adalah Al Ghafiki dan Sudan bin Hamran. Beliau wafat pada bulan haji tahun 35 H. Dalam usia 82 tahun setelah menjabat sebagai Khalifah selama 12 tahun. Beliau dimakamkan di kuburan Baqi di Madinah.


TERIMA KASIH..
ASSALAMUALAIKUM Wr.Wb,,

Saturday, September 22, 2018

KISAH LENGKAP ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ lengkap


KISAH LENGKAP ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ SANG KHULAFAUR RASYIDIN
kisah sahabat nabi muhammad SAW yaitu abu bakar

Abu Bakar termasuk di antara mereka yang paling awal memeluk Islam. Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Abu  Bakar menjadi khalifah Islam yang pertama pada tahun 632 hingga tahun 634 M. Lahir dengan nama Abdullah bin Quhafah yang diberi petunjuk. Nama lengkap Abu Bakar adalah ‘Abdullah bin ‘Utsman bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Tayyim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Quraisy. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai, dan ibu dari abu Bakar adalah Ummu al-Khair salma binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim yang berarti ayah dan ibunya sama-sama dari kabilah Bani Taim.
Abu Bakar adalah ayah dari Aisyah, istri Nabi Muhammad. Nama yang sebenarnya adalah Abdul ka’bah (artinya ‘hamba Ka’bah’), yang kemudian diubah oleh Muhammad menjadi Abdullah (artinya ‘hamba Allah’). Muhammad memberinya gelar Ash-Shiddiq (artinya  ‘yang berkata benar’) setelah Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra Mi’ raj yang diceritakan oleh Muhammad kepada para pengikutnya, sehingga ia lebih dikenal dengan nama ‘’Abu Bakar ash-Shiddiq’’.
Abu Bakar ash-Shiddiq dilahirkan di kota Mekah dari keturunan Bani Tamim , sub-suku bangsa Quraisy. Beberapa sejarah Islam mencatat ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar, serta dipercaya sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi.
Masa bersma Nabi
Ketika Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, ia pindah dan hidup bersama Abu Bakar. Saat itu Muhammad menjadi tetangga Abu Bakar. Sejak saat itu mereka berkenalan satu sama lainnya. Mereka berdua berusia sama, pedagang dan ahli berdagang.
Memeluk Islam
Dalam kitab Hayatussahabah, bab Dakwa Muhammad kepada perorangan, dituliskan bahwa Abu bakar masuk Islam setelah diajak oleh Nabi.[2]Abu Bakar kemudian mendakwakan ajaran Islam kepada Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqas dan beberapa tokoh penting dalam islam lainnya.
Istrinya Qutaylah binti Abdul Uzzah tidak menerima Islam sebagai agama sehingga Abu Bakar menceraikannya. Istrinya yang lain, Ummu Ruman, menjadi Muslimah. Juga semua anaknya kecuali ‘Abd Rahman Abu Bakar, sehingga ia dan ‘Abd Rahman berpisah.
Penyiksa Oleh Quraisy
1. Sebagaimana yang juga dialami oleh para pemeluk Islam pada masa awal. Ia juga mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh penduduk Mekkah yang mayoritas masih memeluk agama nenek moyang mereka. Namun, penyiksaan terparah dialami oleh mereka yang berasal dari golongan budak. Sementara para pemeluk non budak biasanya masih dilindungi oleh para keluarga dan sahabat mereka, para budak disiksa sekehendak tuannya. Hal ini mendorong Abu Bakar membebaskan para budak tersebut dengan membelinya dari tuannya kemudian memberinya kemerdekaan.
2. Ketika peristiwa Hijrah, saat Nabi Muhammad pindah ke Madinah (622 M), Abu Bakar adalah satu-satunya orang yang menemaninya. Abu Bakar juga terikat dengan Nabi Muhammad secara kekeluargaan. Anak perempuannya, Aisyah menikah dengan Nabi Muhammad beberapa saat setelah Hijrah.
3. Selama masa sakit Rasulullah saat menjelang wafat, dikatakan bahwa Abu Bakar ditujuk untuk menjadi imam salat menggantikannya, banyak yang menganggap ini sebagai indikasi bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisinya. Bahkan ‘pun setelah Nabi SAW telah meninggal dunia, Abu Bakar Ash-Shiddiq dianggap sebagai sahabat Nabi yang paling tabah menghadapi meninggalnya Nabi SAW ini. Segera setelah kematiannya, dilakukan musyawarah di kalangann para pemuka kaum Anshar dan Muhajirindi Madinah, yang akhirnya menghasilkan penunjukan Abu Bakar sebagai pemimpin baru umat Islam atau khalifah Islam pada tahun 632 M.
4. Apa yang terjadi saat musyawarah tersebut menjadi sumber perdebatan. Penunjukan Abu Bakar sebagai khalifah adalah subjek kontroversial dan menjadi sumber perdebatan. Penunjukan Abu Bakar sebagai Khalifah adalah subjek kontroversal dan menjadi sumber perpecahan pertama dan Islam, dimana umat Islam terpecah menjadi kaum sunni dan Syi’ah. Di satu sisi kaum Syi’ah percaya bahwa seharusnya Ali bin Abi Thalib (menantu Nabi Muhammad) yang menjadi pemimpin dan dipercayai ini adalah keputusan Rasulullah sendiri, sementara kaum sunni berpendapat bahwa Rasulullah menolak untuk menunjuk penggantinya. Kaum sunni berargumen bahwa Muhammad mengedepankan musyawarah untuk penunjukan pemimpin. Sementara muslim Syi’ah berpendapat bahwa Nabi dalam hal-hal terkecil seperti sebelum dan sesudah makan, minum, tidur, dan lain-lain, tidak pernah meninggalkan umatnya tanpa hidayah dan bimbingan apalagi masalah kepemimpinan umat terakhir. Banyak hadits yang menjadi referansi dari kaum sunni maupun Syi’ah tentang siapa Khalifah sepeninggal Rasulullah, serta jumlah pemimpin Islam yang dua belas. Terlepas dari kontroversi dan kebenaran pendapat masing-masing kaum tersebut, Ali sendiri secara formal menyatakan kesetiaanya (berbai’at) kepada Abu Bakar dan dua Khalifah setelahnya (Umar bin Khattab dan Usman bin Affan). Kaum sunni mengambarkan pernyataan ini sebagai pernyataan yang antusias dan Ali menjadi pendukung setia Abu Bakar dan Umar. Sementara kaum Syi’ah mengambarkan bahwa Ali melakukan baiat tersebut secara proforma, mengingat ia berbaiat setelah sepeninggal Fatimah istrinya yang berbulan bulan lamanya dan setelah itu ia menunjukkan protes dengan dengan menutup diri dari kehidupan publik. Perang Ridda
5. Segera setelah suksesi Abu Bakar, beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas komunitas dan negara Islam saat itu muncul. Beberapa di antaranya menolak membayar zakat walaupun tidak menolak agama Islam secara utuh. Beberapa yang lain kembali memeluk agama dan tradisi lamanya yakni penyembah berhala. Suku-suku tersebut mengklim bahwa hanya memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad dan dengan kematiannya komitmen tidak berlaku lagi. Berdasarkan hal ini Abu Bakar menyatakan perang terhadap mereka yang terkenal dengan nama perang Riddah. Dalam perang Riddah peperangan terbesar adalah memerangi ‘’Ibnu Habib al-Hanafi’’ yang dikenal dengan nama Musailamah al-Kazab (Musailama si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai Nabi baru mengganti Nabi Muhammad. Pasukan Musailamah dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid bin Walid. Sedangkan Musailamah sendiri terbunuh di tangan Al Wahsyi, seorang mantan budak yang dibebaskan oleh Hindunistri Abu Sufyan karena telah berhasil membunuh Hamzah Singa Allah dalam perang Uhud. Al Wahsyi kemudian bertaubat dan memeluk Islam serta mengakui kesalahannya atas pembunuhan terhadap Hamzah. Al Wahsyi pernah berkata, ‘’Dahulu aku membunuh seorang yang sangat dicintai Rasulullah (Hamzah)bdan kini aku telah membunuh orang yang sangat dibenci Rasulullah (yaitu Nabi palsu Musailamah al-Kazab).’’
6. Setelah menstabilkan keadaan internal dan secara penuh menguasai Arab, Abu Bakar memerintahkan para jenderal  Islam melawan kekaisaran Bizantium dan kekaisaran Sassanid. Khalid bin Walid  menaklukkan Irak dengan mudah sementara ekspedisi ke Suria juga meraih sukses.
Wafat.
1. abu bakar meninggal pada tanggal 23 agustus 634 di madinah karena sakit yang dideritanya pada usia 61 tahun. Abu bakar dimakamkan dirumah Aisyah di dekat masjid nabawi, desamping makam nabi muhammad SAW.
2. Karomah abu bakar as-siddiq fakhrur razi, tatkala menafsirkan surah al-kahfi banyak menceritakan tentang karomah para sahabat nabi terasuk didalamnya karomah abu bakar as-siddiq. Diceritakan bahwa saat mayat abu bakar dibawa dan mendekati pintu makam Rasullullah, para pengusung mengucapkan salam, “Assalamualaikum ya Rasullullah, ini abu bakar seang dilua pintu”. Tanpa diduga pintu makam langsung terbuka dan terdengar suara “masuklah orang yang dicintai kepada orang yang mencintainya”. Menurut imam taj al-subki, anu bakar memiliki 2 macam keramat, pertama mengetahui penyakit yang dialaminya membawa kematian dan mengetahui bayi yang di dalam kandungan istrinya adalah bayi perempuan.

Thursday, September 20, 2018

kisah nabi idris Alaihissalam lengkap

NABI IDRIS AS
kisah perjalanan hidup nabi idris alaihissalam

Adalah seorang rasul yang merupakan putera pertama kali diberikan hak kenabian oleh Allah setelah Adam sendiri dan Shiyth AS. (Set menurut Yahudi dan Nasrani). Dalam Alkitab, Idris dikenal dengan nama Henekh. Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam, putra dari Yarid bin Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Shiyth bin Adam AS yang mennjadi keturunan pertama yang diutus menjadi Nabi setelah Adam dan Shiyth. Menurut kitab tafsir, beliau hidup 1.000 tahun setelah Nabi Adam wafat.
Nabi Idris dianugerahi kepandaian dalam berbagai disiplin ilmu, kemahiran, sertta kemampuan untuk menciptakan alat-alat untuk mempermudah pekerjaan manusia, seperti pengenalan tulisan, matematika, astronomi, dan lain sebagainya. Menurut suatu kisah, terdapat suatu masa di mana kebanyakan manusia akan melupakan Allah sehingga Allah menghukum manusia dengan bentuk kemarau yang berkepanjangan. Nabi Idris pun turun tangan dan memohon kepada Allah untuk mengakhiri hukuman tersebut. Allah mengabulkan permohonan itu dan berakhirlah musim kemarau tersebut dengan ditandai turunnya hujan.
Nabi Idris diperkirakan bermukim di Mesir di mana ia berdakwa untuk menegakkan agama Allah, mengajarkan tauhid, dan beribadah menyembah Allah serta memberi beberapa pedoman hidup bagi pengikutnya supaya selamat dari siksa dunia dan akhirat.
Menurut buku berjudul The prophet of God Enoch: Nabiyullah Idris, Idris adalah sebutan atau nama arab bagi Enoch, nenek moyang Nabi Nuh. Beliau dinyatakan di dalam Al-Qur’an sebagai manusia pilihan Allah sehingga Dia mengangkat ke langit. Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahwa Nabi Idris wafat wafat saat beliau sedang berada di langit keempat ditemani oleh seorang malaikat. Beliau hidup sampai usia sampai usia 82 tahun.
1.Nabi Idris kedatangan Tamu
Nama Nabi Idris AS. yang sebenarnya adalah ‘Akhukh’.sebab beliau dinamakan Idris, karena beliau banyak membaca, mempelajari (tadarrus) kitab Allah SWT.
Setiap hari Nabi Idris menjahit gamis (baju kemeja),setiap kali beliau memasukkan jarum untuk menjahit pakaiannya, beliau mengucapkan tasbih. Jika pekerjaannya sudah selesai, kemudian pakaian itu diserahkannya kepada orang yang menempahnya dengan tanpa memintah upah. Walaupun demikian, Nabi Idris masih sanggup beribadah dengan amalan yang sukar untuk digambarkan. Sehingga Malaikat Maut sangat rindu berjumpa dengan beliau.
Kemudian Malaikat Maut bermohon kepada Allah SWT, agar diizinkan untuk pergi menemui Nabi Idris AS. setelah memberi salam, Malaikat pun duduk. Nabi Idris AS. mempunyai kebiasaan berpuasa sepanjang masa. Apabila waktu berbuka telah tiba, maka datanglah malaikat dari syurga membawa makanan Nabi Idris, lalu beliau menikmati makanan tersebut.
Kemudian baginda beribadah sepanjang malam. Pada suatu malam Malaikat Maut datang menemuinya, sambil membawa makanan dari Syurga. Nabi Idris menikmati makanan itu. Kemudian Idris berkata kepada Malaikat Maut: ‘’Wahai tuan, marilah kita nikmati makanan ini bersama-sama.’’Tetapi Malaikat itu menolaknya.
Nabi Idris terus melanjutkan ibadahnya, Malaikat Maut itu dengan setia menungguh sampai terbit matahari. Nabi Idris merasa hairah melihat sikap Malaikat itu.
Kemudian beliau berkata:’’Wahai tuan, mahukah tuan bersiar-siar bersama saya untuk melihat keindahan alam persekitar? Malaikat Maut menjawab: Baiklah Wahai Nabi Allah Idris.’’
Maka berjalanlah keduanya melihat alam persekitaran dengan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan hidup di situ. Akhirnya ketika mereka sampai pada suatu kebun, maka Malaikat Maut berkata kepada Nabi Idris AS.: ‘’Wahai Idris, adalah tuan izinkan saya untuk mengambil ini untuk saya makan? Nabi Idris pun menjawab: ‘’Subhanallah, mengapa malam tadi tuan tidak mau memakan makanan yang halal, sedangkan sekarang tuan mau memakan yang haram?’’
2.Malaikat Izrail mencabut nyawa Nabi Idris atas permintaannya.
Kemudian Malaikat Maut dan Nabi Idris meneruskan perjalanan mereka. Tidak terasa oleh bahwa mereka telah bersiar-siar selama empat hari. Selama mereka bersahabat, Nabi Idris menemui beberapa keanehan pada diri temannya itu. Segala tindak-tanduknya berbeda dengan sifat-sifat manusia. Akhirnya Nabi Idris tidak dapat menahan hasrat ingin tahunya itu.
Kemudian beliau bertanya:’’Wahai tuan, bolehkah saya tahu, siapakah tuan yang sebenarnya? Saya adalah Malaikat Maut.’’
‘’Tuankah yang bertugas mencabut semua nyawa makhluk?’’ ‘’Benar ya Idris.’’
‘’Sedangkan tuan bersama saya selama empat hari, adakah tuan juga telah mncabut nyawa-nyawa makhluk?’’
‘’Wahai Idris, selama empat hari banyak sekali nyawa yang telah saya cabut. Roh makhluk-makhluk itu bagaikan hidangan di hadapanku, aku ambil mereka bagaikan seseorang sedang menyuap-nyuap makanan.’’
‘’Wahai Malaikat Maut, apakah tujuan tuan datang, apakah untuk ziarah atau untuk mencabut nyawaku?’’
‘’Saya datang untuk menziarahimu dan Allah SWT telah mengizinkan niatku itu.’’
‘’Wahai Malaikat Maut, kabulkanlah satu permintaanku kepadamu, yaitu agar tuan mencabut nyawaku, kemudian tuan mohonkan kepada Allah agar Allah menghidupkan saya kembali, supaya aku dapat menyembah Allah setelah aku merasakan dahsyatnya sakaratul maut itu.’’
Malaikat Maut pun menjawab:’’Sesungguhnya saya tidaklah mencabut nyawa seseorang pun, melainkan hanya dengan keizinan Allah.’’
Lalu Allah SWT mewahyukan kepada Malaikat Maut, agar ia mencabut nyawa Idris AS. Maka dicabutnyalah nyawa Idris saat itu juga. Maka Nabi Idris pun merasakan kematan ketika itu.
Di waktu Malaikat Maut melihat kematian Nabi Idris itu, maka menangislah ia. Dengan perasaan hiba dan sedih ia bermohon kepada Allah supaya Allah menghidupkan kembali sahabatnya itu. Allah mengabulkan permohonannya, dan Nabi Idris pun dihidupkan oleh Allah SWT kembali.
3. Malaikat Izrail membawa Nabi Idris ke Syurga dan ke Neraka
Kemudian Malaikat Maut memeluk Nabi Idris, dan ia bertanya:
‘’Wahai saudaraku, bagaimanakah tuan merasakan kesakitan maut itu? Bila seekor binatang dilapah kulitnya ketika ia masih hidup, maka sakitnya maut itu seribu kali lebih sakit daripadanya. Padahal-kelembutan yang saya lakukan terhadap tuan, Wahai Malaikat Maut, saya mempunyai permintaan lagi kepada tuan, yaitu saya sungguh-sungguh berhasrat melihat Neraka, supaya saya dapat beribadah kepada Allah SWT lebih banyak lagi, setelah saya menyaksikan dahsyatnya api neraka itu. Wahai Idris AS. saya tidak dapat pergi ke Neraka jika tanpa izin dari Allah SWT.’’

Akhirnya Allah SWT mewahyukan kepada Malaikat Maut agar ia membawa Nabi Idris ke dalam Neraka. Maka pergilah mereka berdua ke Neraka.  Di Neraka itu, Nabi Idris AS. dapat melihat semua yang diciptakan Allah SWT untuk menyiksa  musuh-musuh-Nya. Seperti rantai-rantai yang panas, ular yang berbisa, kala, api yang membara, timah yang mendidih, pokok-pokok yang penuh cerduri, air panas yang mendidih dan lain-lain. Setelah merasa puas melihat keadaan Neraka itu, maka mereka pun pulang. Kemudian Nabi Idris AS. berkata kepada Malaikat Maut: ‘’Wahai Malaikat Maut, saya mempunyai hajat yang lain, yaitu agar tuan dapat menolong saya membawa masuk ke dalam Syurga, tanpa perintah dari Allah SWT.’’ Jawab Malaikat Maut.
Lalu Allah SWT pun memerintahkan kepada Malaikat Maut supaya ia membawa Nabi Idris masuk ke dalam Syurga.
Kemudian pergilah mereka berdua, sehingga ,mereka sampai di pintu Syurga dan mereka berhenti di pintu tersebut. Dari situ Nabi Idris dapat melihat pemandangan di dalam Syurga.’Nabi Idris dapat melihat segala macam kenikmatan yang disediakan oleh Allah SWT untuk para wali-waliNya. Berupa buah-buahan, pokok-pokok yang indah dan sungai-sungai yang mengalir dan lain lain.
Kemudian Nabi Idris berkata:’’Wahai saudaraku Malaikat Maut, saya telah merasakan pahitnya maut dan saya telah melihat dahsyatnya api neraka. Maka mahukah tuan memohonkan kepada Allah untukku, agar Allah mengizinkan aku memasuki Syurga untuk dapat meminum airnya, untuk menghilangkan kesakitan mati dan dahsyatnya api Neraka?’’
Maka Malaikat Maut pun bermohon kepada Allah. Kemudian Allah memberi izin kepadanya untuk memasuki syurga dan kemudian harus keluar lagi. Nabi Idris pun masuk ke dalam Syurga, beliau meletakkan kasutnya di bawah salah satu pohon syurga, lalu ia keluar kembali  dari syurga. Setelah neliau berada diluar, Nabi Idris berkata kepada Malaikat Maut:’’Wahai Malaikat Maut, aku telah meninggalkan kasutku di dalam syurga. Malaikat Maut pun berkata: Masuklah ke dalam syurga, dan ambil kasut tuan.’’
Maka masuklah Nabi Idris, namun beliau tidak keluar lagi, sehingga Malaikat Maut memanggilnya:’’Ya idris, kelurlah!. Tidak Malaikat Maut, karena Allah SWT telah berfirman bermaksud:’’setiap yang berjiwa akan merasakan mati.’’
Terima kasih

Assalamualaikum..

Wednesday, September 19, 2018

Kisah Kehidupan Nabi Harun Alaihissalam Lengkap


Kehidupan Nabi Harun Alaihissalam
kisah kehidupan nabi harun AS
Harun bin Imran bin Qahats bin Azar bin lawi bin Yaakub bin Ishak bin Ibrahim. Beliau adalah kakak Nabi Musa, diutus untuk membantu Musa memimpin Bani Israel ke jalan yang benar.
Firman Allah:’’Dan kami telah menganugerahkan kepadanya sebahagian rahmat kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang Nabi.’’
Harun dilahirkan empat tahun sebelum Musa. Beliau yang fasih berbicara dan mempunyai dan pendirian tetap sering mengikuti Musa dalam menyampaikan dakwa kepada Firaun, Hamman dan Qarun. Nabi Musa sendiri mengakui saudaranya fasih berbicara dan berdebat, seperti diceritakan Al-Qur’an:’’Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya dari padaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan) ku, Sesungguhnya aku kawatir mereka akan berdusta.’’
Nabi Harun hidup selama 123 tahun. Beliau wafat 11 bulan sebelum kematian Musa, yaitu sebelum Bani Israil memasuki palestina. Mengenai Bani Israel, mereka sukar dipimpin, namun dengan kesabaran Musa dan Harun, mereka dapat dipimpin supaya mengikuti syariat Allah, seperti terkandung dalam Taurat ketika itu.
Selepas Harun dan Musa meninggal dunia, Bani Israel dipimpin oleh Yusya’ bin Nun. Namun, selepas Yusya’ mati, lama-kelamaan mereka meninggalkan syariat yang terkandung dalam Taurat, sehingga menimbulkan perselisihan dan perbedaan pendapat, akhirnya menyebabkan perpecahan Bani Israel.
Pengutusan Nabi Harun
Riwayat Nabi Harun tidak terpisahkan dengan Nabi Musa, dan dakwanya dilakukan bersama dengan Musa, karena tugas Nabi Harun untuk membantu Nabi Musa dalam berdakwa.
Pada masa Nabi Yusuf, sekelompok Bani Israil telah menetap di daerah Mesir setelah bermigrasi dari negeri kan’an. Mereka adalah pemeluk agam tauhid yang berpegang teguh pada agama Nabi Ibrahim, berbeda dengan para fir’aun yang menyembah patung dan berhala. Seiring kemajuan zaman, pertumbuhan Bani Israil pun berkembang pesat.
Para fir’aun khawatir jika mereka mencampuri urusan politik dan agama kehidupan masyarakat Mesir. Akhirnya, mereka menyiksa Bani Israil dengan siksaan yang pedih. Hal ini terekam dalan Firman Allah,’’(ingatlah) ketika kami selamatkan kamu dari (Firaun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpahkan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya.meraka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaanyang besar dari Rabbmu,’’ (QS. Al-baqarah [2]:49).
Ditengah kesulitan yang dialami Bani Israil, Allah berkehendak atas kelahiran Musa. Sang ibu pun menyembunyikan kelahirannya, sebagimana firman Allah,’’Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; ‘’ Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nill). Dan jaganlah kamu khawatir dan jaganlah (pula) bersedih hati, karena Sesungguhnya kami akan mengembalikan kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para Rasul,’’ (QS. Qashash [28]: 7).
Janji Allah untuk menjaga bayi ini pun terbukti. Fir’aun memperoleh istrinya mencarinya seorang ibu yang mau menyusui bayi tersebut. Dia pun menemukan ibu Musa dan menyuruhnya sang ibayi.
Musa dibesarkan di lingkungan istana Fir’aun di tangan para dukun dan pemuka-pemuka agama mereka. Ketika dewasa, Allah memberinya ilmu dan hkmah. Pada suatu hari, ada orang Mesir yang mengejek dan memaksa seseorang bani Israil melakukan suatu pekerjaan untuknya. Orang bani Israil itu lantas meminta pertolongan Nabi Musa. Dia pun menolong dan memukul orang Mesir itu, dan tanpa sengaja orang itu mati.
Pada hari berikutnya, orang bani Israil kembali berkelahi dengan orang Mesir yang lain. Orang bani Israil itu lantas meminta pertolongan lagi kepada Nabi Musa. Akan tetapi Nabi Musa malah membentak dan memarahi orang Israil itu karena seringnya dia berbuat buruk. Orang Israil itu mengira Musa akan membunuhnya. Dia pun segera bertanya,’’Apakah engkau ingin membunuhku seperti orang Mesir kemarin?’’ Mendengar cerita pembunuhan itu, orang Mesir tersebut segera menemui kaumnya dan menceritakan apa yang terjadi. Fir’aun pun segera mengirim pasukan mencari Musa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, salah seorang yang menyayangi Musa segera memberi tahunya setelah mendengar sesuatu yang terjadi di istana Fir’aun. Dia menyuruh Musa pergi meninggalkan bahaya ancaman Fir’aun. Musa pun pergi meninggalkan Mesir menuju Madya, daerah di bagian barat laut jizarah Arab.
Di Madyan, Musa tinggal di rumah orang tua yang beriman, yaitu Nabi Syuaib. Setelah orang tua itu (Nabi Syuaib) melihat keluhuran akhlak dan tanggung jawab Musa yang sangat tinggi, dia lalu menikahkan Musa dengan salah satu putri beliau. Musa kemudian ingin kembali ke Mesir setelah lama tinggal di Madyan.
Ketika sampai di bukit Tursina, Musa tersesat. Tibalah waktu malam saat Allah hendak memberikan tugas kenabian dan wahyu kepadanya. Pada saat itu, malam terasa dingin dan Musa melihat cahaya api dari kejahuan. Dia lantas menyuruh keluarganya agar tidak meninggalkan tempat mereka karena dia ingin pergi mencari sedikit api untuk penerangan. Tatkala dia sampai ke api tersebut, Allah berfirman kepadanya,’’Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada ilah  selain aku, maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-ku,’’ (QS. Thaha [20]: 14).
Hal itu kemudian menjadi tanda awal kenabian Musa sebagai kalimullah. Permintaan Musa pun dikabulkan dan Allah mengutus pula saudaranya, Harun sebaagai pendampingnya.
Allah memerintahkan mereka berdua (Musa dan Harun)  agar bertutur lemah lembut saat memperingati Fir’aun, selain itu, mereka juga diperintahkan untuk mengatakan kepada Fir’aun, ‘’kami adalah utusan Rabb alam semesta kepadamu. Lepaskanlah bani Israil dan jangan siksa mereka. Keselamatan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk.’’
Pada saat itulah kesombangan menguasai Fir’aun hingga dia berkata kepada Musa, bahkan mulai mengejek dan menuduh Nabi Musa dan Nabi Harun melakukan sihir. Fir’aun lalu memerintahkan tulang sihirnya untuk menghadapi mereka berdua. Ahli sihir Fir’aun pun berdatangan dan melempari tali-tali mereka dan menyihirnya menjadi ular untuk menandingi Musa. Nabi Musa lantas melemparkan tongkatnya yang kemudian berubah menjadi ular dan menelan ular-ular mereka atas pertolongan Allah.
Melihat mukjizat itu, para ahli sihir Fir’aun pun mengimani Musa dan syariat Allah yang dia bawa. Mereka juga tidak memedulikan sebagai ancaman Fir’aun. Mereka semua berkata seperti yang diabadikan Al-Qur’an,’’Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya0,’’ (QS. Thaha [20]:730).
Fir’aun lalu berancana membunuh Musa dan Harun serta semakin keras menyiksa bani israil. Nabi Musa memerintahkan mereka untuk menguatkan jiwa dan bersabar. Dia kemudia berdoa kepada Allah agar menurunkan azab yang pedih kepada Fir’aun dan kaumnya. Allah berfirman,’’ Maka kami kirimkan kepada mereka taufan, belakang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetapa menyombongkan diri dan mereka adalah yang berdosa. ),’’(QS. Al-A’raf [7]: 133).
Ketika Fir’aun dan kaumnya sudah tidak berdaya dengan azab dengan azab yang menimpah mereka. Dia pun meminta kepada Musa agar berdoa kepada Allah untuk menghentikan siksaan itu. Fir’aun kemudian berjanji tidak akan mengulangi lagi menyiksa bani Israil. Nabi Musa lantas memohon kepada Allah agar menghentikan siksaan itu dan Allah pun mengakhirnya. Namun, Fir’aun ingkar janji, dan dia kembali enyiksa bani Israil untuk kedua kalinya.
Sementara itu, bani Israil berkumpul dan meminta kepada Nabi Musa dan Nabi Harun agar dia membawa mereka keluar dari mesir. Nabi Musa dan Nabi Harun pun membawa kaumnya daan berangkat ke arah negeri kan’an melewati sinai. Fir’aun beserta bala tentaranya mengejar mereka namun, Nabi Musa dan Nabi Harun beserta kaumnya dapat menyeberangi laut dengan Mukjizat yang telah Allah berikan kepada Musa. Fir’aun dan pasukannya juga ikut menyeberangi laut mengejar mereka, tetapi Allah menenggelamkan Fir’aun beserta tentaranya.
Nabi Musa dan Nabi Harun serta bani Israil tiba di padang pasir negeri Sinai. Setelah melihat banyak perbedaan antara daerah itu dan negeri sungai Nil yang subur (Mesir), mereka mengajukan berbagi permintaan kepada Nabi Musa. Nabi Musa telah meneriman taurat. Di dalamnya terdapat beragam syariat samawiyah. Kaumnya mulai menyeleweng, terlebih setelah Nabi Musa pergi untuk menerima lembaran wahyu. As-Samiri tekah mempengahui bani israil untuk menyembah anak sapi sehingga mereka meminta kepada Musa agar dibuatkan patung untuk disembah.
Nabi Musa lantas marah dan mengecam permintaan mereka. Dia ingin menjadikan sebuah pusat untuk kaumnya. Dia kemudian pergi menuju kota ariha (Jericho) tetapi kaumnya tidak mau dan berkata seperti termaktub dalam Al-Qur’an,’’ Mereka berkata, ‘wahai Musa, sampai kapanpun kami tidak akan memasuki, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu, pergilah engkau bersama Rabbmu, dan berperanglah kalian berdua, biarlah kami tetap (menanti) di sini saja,’ ‘’ (QS.Al-Ma’idah [5]: 24).
Di saat mereka menolak untuk masuk negeri yang disucikan itu, Allah membalasnya dengan azab. Mereka pun tersesat di lembah Tih selama 40 tahun. Beberapa tahun setelah itu, Nabi Harun wafat lalu disusul Nabi Musa. Setelah Nabi Musa wafat, bani Israil baru merasakan buruk dan bodohnya perbuatan serta tingkah laku mereka kepada Nabi Musa. Karena itu, mereka mengangkat Yusya’ bin Nun sebagai Raja. Dialah yang kemudian membawa mereka menyeberangi sungai Jordan (asy-Syari’ah) menuju kota Ariha dan tinggal di sana.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA
ASSALAMUALAIKUM...

Monday, September 17, 2018

KISAH NABI ISA 'ALAIHISSALAM LENGKAP


NABI ISA ALAIHISSALAM
Dalam Al-Qur’an, Nabi Isa AS disebut sebagai Isa, putra Maryam, dan Al-masih. Nabi Isa AS diturunkan di tengah-tengah kaum Yahudi sekitar 600 tahun sebelum Nabi Muhammad Saw. Diturunkan ke tengah-tengah bumi Arab.
Berbicara tentang kisah Nabi Isa tentu tak bisa kita lepaskan dengan kejadian ajaib yang hanya bisa dilakukan oleh Allah SWT. Bagaimana tidak? Isa adalah seorang nabi yang terahir dari rahim seorang gadis perawan bernama Maryam. Permpuan bernama Maryam binti Imran adalah seorang gadis yang hidup dalam keadaan bersih dan suci. Sebuah kehidupan yang dipuji Allah SWT. Melalui firman-Nya dalam surat At-Thamrin ayat 12:
Kisah Nabi Isa – Kelahiran Sang Nabi
Ketika Maryam menginjak usia remaja, ia keluar dari rumah menuju ke arah timur dari Baitul Maqdis. Tiba-tiba, di bawah pohon yang rindang, ia dikejutkan oleh kemunculan seorang lelaki tampan dan gagah. Melihat Maryam yang sangat khawatir dengan kedatangannya, lelaki itu kemudian menjelaskan tentang siapa dia sebenarnya.
Lelaki itu adalah Malaikat Jibril yang diutus oleh Allah SWT. Untuk memberikan anak yang suci, yang diberi derajat kenabian dan hikmah dari Allah SWT. Setelah mengetahui sosok lelaki yang mendatanginya, Maryam menjadi tenang dan menyetujui apa yang telah dikehendaki Allah. Setelah itu, Jibril meniup ruh ke dalam rahimnya.
Pertemuan Maryam dan malaikat Jibril terkait kisah Nabi Isa ini disebutkan di dalam Al-Qur’an (QS Maryam: 19-21):
‘’Dia (Jibril) berkata,’Sesungguhnyya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberikan anak laki-laki yang suci’’’
‘’Maryam berkata,’Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedangkan tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!’’’.
‘’Jibril berkata,’Demikianlah. Tuhanmu berfirman,’Hal itu adalah mudah bagi-ku; dan agar dapat kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.’’
Demikian kisah Nabi Isa dimulai dengan Maryam yang mengandung Nabi Isa AS tanpa disentuh seorang lelaki pun. Dari semua perempuan yang ada di bumi ketika itu, Allah SWT. memilih maryam untuk memikul tanggung jawab dan ujian ini. Sebagimana disebutkan dalam firman-Nya:
‘’Hai Maryam, Sesungguhnya, Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu, dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).’’ (QS Ali Imran: 42)
Setelah positif mengandung, Maryam mengasingkan hidupnya ke tempat yang jauh untuk menyelamatkan kandungan sekaligus menghindari cemoohan orang yang sudah pasti akan diterimanya. Ia pergi ke suatu tempat sejuk dan nyaman di suatu bukit yang jauh dari Baitul Lahm. Di tempat inilah, Isa dilahirkan dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang dari ibunya, Maryam.
Kisah Nabi Isa adalah sebuah perjuangan jihad yang berat bagi Maryam. Dalam Kisah Nabi Isa di Al-Qur’an, Marya sempat merasa bersedih hati karena kesakitan yang luar biasa saat ia melahirkan Nabi Isa sendirian di bawah pohon kurma. Allah memudahkan kelahiran Nabi Isa dan membesarkan hati Maryam melalui Jibril sebagai perantara-Nya.
Selepas bayinyaa lahir, Maryam turun dari bukit dan kembali ke Baitul Lahm. Di sana, seperti yang sudah diduga, orang-orang mencemoohnya sebagai perempuan pezina. Melalui Jibril, Allah memerintahkan Maryam untuk tidak menggubris cemoohan orang-orang, bahkan untuk tidak berbicara sepata kata pun.
Ketika orang-orang menyerbunya dengan berbagai pertanyaan, Maryam hanya menunjuk Nabi Isa yang berada dalam gendongannya. Lantas bayi tersebut berbicara:
‘’Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al-kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada. Dan Dia memerintah kepadaku untuk (mendirikan) salat dab (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadi aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari ku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan kembali.’’ (QS Maryam: 30-33)
Kisah Nabi Isya – Awal kenabian
Saat berusia 30 tahun, Nabi Isa AS berkunjung ke rumah yahya bin Zakariyah yang oleh orang-orang Nasrani dijuluki Yohanna pembaptis. Lalu, Yahya memandikan Isa dengan mandi tobat yang dalam istilah Nasrani disebut’’baptis’’.
Setelah itu, Malaikat Jibril turun kepadanya dan menyuruhnya pergi ke gurun pasir. Setelah selama 40 hari berada di gurun pasir tanpa makan ataupun minum, Nabi Isa diberi wahyu oleh Allah SWT. Berupa kitab suci bernama injil.
Dalam Al-Qur’an, diceritakan tentang kenabian Nabi Isa AS:
‘’Dan ingatlah ketika Isa puta Maryam berkata: ‘Wahai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab yang turun sebelumku, yakni Taurat, dan memberi kabar gembira tentang akan datangnya seorang Rasul sesudahku yang bernama Muhammad (Ahmad).’’(QS. Ash-Shaaf: 6)
Dalam kisah Nabi Isa, semasa beliau menyebarkan ajarannya, tidak sedikit cobaan yang ia dapatkan dari cemoohan mereka yang kafir. Akan tetapi, sebagaimana Nabi dan Rasul yaang lain, Nabi Isa juga memiliki pengikut-pengikut yang saleh lagi setia yang menyakini ajarannya. Mereka selalu ada di sisi Nabi Isa dan membantunya berdakwa di tengah cemoohan mayoritas kaaum Yahudi. Para pengikut ini dijellaskaan dalam Al-Qur’an surah Ash-Shaff  ayat 14:
‘’,,,, Sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah  berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia,’siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?’pengikut-pengikut yang setia itu berkata,’kamilah penolong-penolong agama Allah’,lalu segolongan Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir,,,’’
Kisah Nabi Isa-Berbagai Mukjizat sang Nabi
Semasa hidupnya, Nabi Isa memiliki beberapa mukjizat seperti yang diterangkan dalam Al-Qur’an. Di antara Mukjizat itu adalah sebagai berikut.
Dapat berbicara ketika masih dalam buaian ibunya.
Dapat menghidupkan orang yang sudah mati.
Dapat menghidupkan burung yang terbuat dari tanah.
Dapat menyembuhkan orang yang buta sejak kecil.
Mukjizat-mukjizat Nabi Isa ini juga dipaparkan dalam al-Qur’an, terutama bahwa Nabi Isa melakukan semua mukjizatnya dengan seizin Allah:
‘’...’Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-ku kepadamu dan kepada ibumu dii waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul  qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu aku mengejar kamu menulis hikmah Taurat dan injil, dan (ingatlah pula) waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian kamu meniupkan kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-ku dan (ingatlah) di waktu Aku menghalagi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata lalu orang-orang kafif di antara mereka berkata,’Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.’’’ (QS Al-Maidah: 110)
Kisah Nabi Isa – Nabi Tanpa Bapak
Di antara kekuasaan Allah yang maha hebat adalah dengan terciptanya Adam tanpa bapak dan ibu, menciptakan Hawa tanpa ibu dan menciptakan Isa tanpa bapak, serta menciptakan manusia lain dari bapak dan ibu.
Ketika Allah SWT hendak menciptakan Nabi Isa AS, Ia mengutus malaikat jibril, yang berwujud menyerupai manusia, supaya mengunjugi Maryam. Pada waktu Jibril datang Maryam sedang menyendiri di sebelah timur rumahnya.
Tatkala Maryam melihat Jibril, ia pun memohon perlindungan kepada Allah SWT, supaya malaikat jibril menjauh darinya.
Malaikat Jibril menjawab, ia adalah utusan Allah SWT untuk menyampaikan bahwa Dia mengaruniai Maryam seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi Nabi,Jibril berkata ‘’Sesungguhnya aku adalah utusan Tuhanmu untuk mengaruniamu seorang anak laki-laki yang suci’’.
Dengan perasaan kaget Maryam menjawab apa yang Jibril katakan ‘’Bagaimana aku bisa mempunyai anak sedang manusia tidak pernah menyentuhku dan bukanlah aku seorang buat yang keji.’’
Dengan lantang Jibril menjawab,’’Ini adalah perkara tang remeh bagi Allah SWT. Allah menghendaki hal itu agar menjadi tanda bagi manusia atas kekuasaan-Nya dan sebagai rahmat bagi siapa yang beriman kepada-Nya dan ia telah memutuskan untuk menjadikannya dan itu pasti terjadi’’
Akhirnya Maryam pun hamil. Hingga tiba waktu bersalin, ia pun mendatangi sebuah pohon kurma dan melahirkan di bawahnya. Kemudian, ia pergi membawa bayi Isa kepada kaumnya. Sayangnya, mereka beranggapan bahwa bayi itu adalah hasil hubungan gelap.
Pada waktu itu orang-orang ingin menghukum Maryam dengan merajamnya. Namun, Maryam memberi isyarat kepada mereka untuk bertanya kepada bayinya.
Orang-orang itu berkata,’’Bagaimana kami bisa berbicara dengan seorang bayi?’’Ternyata bayi Isa menjawab:’’Sesungguhnya aku adalah hamba Allah, dia memberi kitab (injil), menjadikan aku sebagai Nabi, dan membedrkati aku di mana pun aku berada.
Serta berwasiat kepada ku agar aku mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat selama aku hidup, berbakti kepada ibuku dan tidak menjadikan aku sebagai orang sombong yang sengsara. Dan selamatlah atasku pada hari di lahirkan dan ketika aku dilahirkan dan ketika aku mati serta di bangkitkan dala keadaan hidup.’’setelah itu barulah orang-orang menyadari kesucian Maryam.
Pemberitahuan Tentang Kedatangan Nabi Terakhir Muhammad Saw.
Diantara tugas nabi isa adalah memberitahukan tentang kedatangan nabi terakhir sesudahnya yang bernama ahmad, yaitu muhammad SAW.
Tatkala isa putra maryam berkata:”hai bani israel. Sesungguhnya, aku adalah utusan Allah kepadamu untuk memberitahukan taurat yang ada dihadapanmu, danmemberitahukan kedatangan seorang rasul yang akan datang sesudahku, bernama ahmad(QS.As-shaf ayat 6)
Pembantu – pembantu nabi isa
Pada saat itu kaumnya masih banyak yang menyambut seruannya dan mengumumkan keimanan mereka dengan berani, walaupun hanya terdiri dari beberapa orang.
Para pembantu nabi isa itu sangat sedikit sekitar 12 orang dn mereka dinamakan AL-hawariyin.
ALLAH SWT berfirman: maka tatkala isa mengetahui keingkaran mereka(bani israil) berkata dia: siapakah yang akan menjadi penolong – penolongku untuk(menegakkan agama ) ALLAH, kami beriman kepada Allah: dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang – orang yang berserah diri. Ya tuhan kami, kami telah berman kepada apa yang telah engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkan kami ke dalam golongan orang – orang yang menjadi saksi(tentang Allah). (QS. Ali Imran ayat 52 - 53).
Akhir kehidupan nabi isa AS
 (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai isa sesungguhnya aku menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dengan mengangkatmu kepadaku serta membersihkan kamu dari orang –orang yang kafir, dan menjadikan orang – orang yang mengikutimu atas orang – oran g kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada akulah kembalimu, lalu aku memutuskan diantaramu tengtang hal –hal yang selalu kamu berselisih padanya(QS. Al-Imran:55)
Arti mematikanmu ialah menetapkan ajalmu, dan tidak menjadikan seorang yang akan membunuhmu, maka disini menunjukkan terpeliharanya Al-masih dari musuh – musuhNYA.
Kebanyakan ahli tafsir menyebutkan bahwa ALLAH mengangkat nabi isa dengan tubuh dan ruhnya.
Dalam hadist sohih menyebutkan, bahwa isa akan turun ke bumi sebagai salah satu tanda akan datangnya hari kiamat. Turunnya isa ditengah – tengah umat islam dan menetapkan syariat islam, yang bersumber dari kitab ALLAH(AL-Quran), yaitu membersihkan bumi dan memenuhinya dengan keadilan setelh dipenuhi dengan kejahilan.
Terimah kasih...
Assalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh

Friday, September 14, 2018

cerita nabi LUTH dan azab yang diberikan kepda kaum sodom


cerita nabi luth AS dan azab yang diberikan ALLAH SWT kepada kaum sodom

Asal usul Nabi Luth
Nabi Luth AS merupakan anak saudara laki-laki dari Nabi ibrahim as. Ayah Nabi Luth AS bernama hasa bin tareh merupakan saudara sekandung dari Nabi Ibrahim. Beliau pindah bersama Nabi Ibrahim AS dari negeri babil ke negeri syam. Tetapi tidak lama kemudian penghidupan memaksa kedua Nabi ini berpisah. Nabi Luth AS menetap di sebuah dusun yang bernama sadum, masih dalam wilayah palestina.

Allah mengutus malaikat menimpakan azab untuk Nabi Luth AS
Luth merasa kesal hati mendengar dakwa dan nasehat-nasehat Nabi Luth AS yang tidak putus-putus itu dan minta agar ia menghentikan aksi dakwanya atau menghadapi pengusir dirinya dari sadum bersama semua keluarga. Sudah tidak ada harapan lagi bagi masyarakat sadum dapat terangkat dari lembah kesesatan dan keruntuhan moral mereka dan bahwa meneruskan  dakwa kepada mereka yang sudah buta-tuli hati dan fikirkan serta menyia-nyiakan waktu, obbat satu-satunya menurut pikiran Nabi Luth AS untuk mencegah penyakit akhlak itu yang sudah parah menular kepada tetangga-tetangga dekatnya, ialah membasmi mereka dari atas bumi sebagai pembalasan terhadap kekerasan kepada mereka, juga untuk menjadi ibrah dan pengajaran umat-umat di sekelilingnya. Beliau memohon kepada Allah yang maha kuasa agar kaumnya yaitu masyarakat sadum diberi ganjaran berupa azab di dunia sebelum azab bagi mereka di akhirat kelak.
Jika mereka diberi nasehat mereka menjawab :’’Datangkanlah siksaan Allah itu, hai Luth, jika sekiranya engkau orang yang benar’’
Setelah mendengar ejekan dari mereka, Nabi Luth AS berdoa kepada Allah, sebagaimana tersebut dalam Al qur an :
Luth berdoa : ‘’Ya Tuhan tolonglah aku dengan menimpakan azab atas kaum yang berbuat kerusakan itu’’ (QS. 29 : 30)
Permohonan Nabi Luth dan doanya di perkenalkan dan dikabulkan oleh Allah SWT. Allah mengutus beberapa malaikat untuk menurunkan azab terhadap kaum Nabi Luth AS yang durhaka dan mengingkari Allah. Ketika datang kabar kepada Nabi Ibrahim AS akan dibinasakan negeri Nabi luth AS dengan kaumnya, karena penduduknya yang selalu durhaka dan maksiat maka terpanjatlah Nabi Ibrahim AS. Firman Allah dalam Al Qur’an:
Berkatalah Ibrahim :’’Sesungguhnya di kota itu ada luth’’
Para malaikat berkata:’’kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia, dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)’’(QS. 29:32)
Tiga orang malaikat tersebut menyamar sebagai manusia biasa. Mereka adalah malaikat yang bertamu kepada Nabi Ibrahim AS dengan membawa berita gembira atas kelahiran Nabi Ishaq AS, dan memberi tahu kepada mereka bahwa dia adalah utusan Allah dengan menurunkan azab kepada kaum Luth AS penduduk kota sadum. Dalam kesempatan pertemuan dimana Nabi Ibrahim AS telah memohon agar penurunan azab atas kaum sadum di tunda, kalau kalau mereka sadar mendengarkan dan mengikuti ajakan Nabi Luth AS serta bertaubat dari segala maksiat dan perbuatan mungkar. Juga dalam pertemuan itu Nabi Ibrahim AS mohon agaar anak saudaranya, Nabi Luth AS diselamatkan darai azab yang akan diturunkan kepada kaum sadum permintaan itu diterima oleh malaikat dan dijamin bahwa Nabi Luth AS dan keluarganya tidak akan terkenal azab, kecuali istrinya.
Para malaikat itu sampai di Sandum dengan menyamar sebagai lelaki remaja yang berparas tampan dan bertubuh yang elok dan bagus. Dalam perjalanan mereka hendak memasuki kota, mereka berselisih dengan orang gadis yang cantik dan ayu sedang mengaambil air dari sebuaah sungai. Para malaikat atau lelaki remaja itu bertanya kepada si gadis kalau-kalau mereka di terima ke rumah sebagai tamu. Si gadis tidak berani memberi keputusan sebelum ia berunding terlebih dahulu dengan keluarganya. Maka ditinggalkan para lelaki remaja itu oleh si gadis seraya ia pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberi tahu ayahnya.
Si ayah yaitu Luth AS sendiri mendengar laporan puterinya menjadi bingung jawaban apa yang harus ia berikan kepada para pendatang yang ingin bertamu ke rumahnya untuk beberapa waktu, namun menerima tamu-tamu remaja yang berparas tampan akan mengundang resiko gangguan kepadanya dan kepada tamu-tamunya dari kaumnya yang tergila-gila oleh remaja yang mempunyai tubuh bagus dan wajan yang tampan. Sedang kalau hal yang demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggung jawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat itu.
Setelah difikirkan akhirnya diputuskan oleh Nabi Luth AS kalau ia akan menerima mereka sebagai tamu di rumahnya apapun yang akan terjadi sebagai akibat keputusannya ia pasarahkan kepada Allah yang akan melindunginya. Kemudian pergilah Nabi Luth sendiri menemui tamu-tamu yang sedang menanti di pinggir kota lalu ajaklah mereka bersama-sama ke rumah koda sadum sudah dalam keadaan gelap, dan juga para warganya sedang di rumah masing-masing dalam keadaan tidur nyenyak.
Kepada istri dan kedua anaknya, Nabi Luth AS berpesan dan berusaha agar mereka merahasiakan kedatangan para tamunya, agar tidak di ketahui oleh kaumnya yang bengis dan haus maksiat. Namun karena istri Nabi Luth yang berpihak dengan masyarakat Sadum yang sesat, sehingga istrinya membocorkan rahasia atas para tamu tampan yang tinggal di rumahnya.
Selanjutnya, apa yang dicemaskan oleh Nabi Luth benar benar terjadi. Ketika masyarakat sadum mengetahui bahwa di rumahnya adaa pemuda, maka datanglah mereka ke rumahnya untuk melihat tamunya yang tampan itu untuk memuaskan nafsunya. Tentu saja Nabi Luth AS tidak membukakan pintu untuk mereka, dan berseru meminta agar mereka pulang lagi ke rumah masing-masing dan meminta tidak mengganggu para tamu Nabi Luth, yang semestinya dihormati dan dimuliakan, bukan diganggu. Mereka dinasihati agar meninggalkan kebiasaan yang keji yang bertentangan dengan fitrai manusia serta kodrat alam, yaitu Tuhan telah menciptakan manusia untuk berpasangan antara pria dan wanita untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makhluk ciptaannya yang termulia di atas bumi. Nabi Luth AS berseru meminta supaya mereka pulang pada istri-istri mereka dan meninggalkan perbuatan mungkar dan maksiat yang tidak sepantasnya itu, sebelum Allah memberikan mereka azab dan siksaan.
Namun Mereka yang telah sesat tidak dihiraukan dan dipedulikan juga seruan dan nasihat dari Nabi Luth AS. Bahkan mendesak akan mendobrak pintu rumah Nabi Luth dengan paksa dan kekerasan jika pintu rumahnya tidak segera dibuka. Karena Nabi Luth merasa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan orang-orang yang kaumnya yang sesat itu, maka Nabi Luth AS pun berkata secara terus terang kepada para tamunya
‘’Sesungguhnya saya tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam. Atau tidak memiliki senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka, tidak punya mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongan, maka aku merasa sangat kecewa,  bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalau gangguan terhadap tamu-tamuku di rumahku sendiri’’
Kaum Nabi Luth AS ditimpa Azab dari Allah Yang Maha Perkasa
Setelah keluh kesahnya diucapkan oleh Nabi Luth AS kepada para tamunya, para tamu tersebut segera memperkenalkan diri kepada Nabi Luth, bahwa mereka adalah para malaikat yang menyamar sebagai manusia yang bertamu kepada Nabi Luth, dan mereka mengatakan bahwa tujuannya datang ke sadum untuk melaksanakan tugas dari Allah yaitu menurunkan azab dan siksa atas kaumnya yang membangkang. Para malaikat itu kemudian menyarankan Nabi Luth AS untuk membuka pintu rumahnya lebar untuk memberi kesempatan bagi orang-orang yang sesat itu masuk. Namun ketika pintu itu dibuka daan orang-orang  sesat itu masuk, secara tiba-tiba mereka tidak bisa melihat apa apa. Diusap usapnya mereka mereka, ternyata mata mereka sudah menjadi buta.
Ketika orang-orang sesaat itu dalam keadaan buta dan berbenturan dengan satu sama lain. Para tamu atau malaikat itu berseru dan meminta agar Nabi Luth AS meninggalkan perkampungan itu bersama keluarga yang ia sayangin, karena azab dari Allah SWT telah tiba Waktunya untuk ditimpukkan. Nabi Luth AS dan keluarganya diberi pesan oleh malaikat dalam perjalanan keluar dari sadum tidak menengok ke belakang.
Sehabis tengah malam Nabi Luth AS beserta keluarga yaitu seorang istri, dan dua orang putri berjalan cepat keluar kota, tidak menoleh ke kanan atau ke kiri sesuatu pesan para malaikat. Namun karena istrinya masih masih berpihak pada masyarakat sadum yang sesat tidak tega meninggalkannya. Ia berada di belakang rombongan Nabi Luth AS berjalan secara perlahan lahan tidak secepat langkah suaminya itu, dan tak henti-hentinya menoleh ke belakang untuk mengetahui apa yang akan ditimpa oleh masyarakat sadum itu, serta seolah-olah ragu akan kebenaran ancaman para malaikat yang telah ia dengar dengan telinganya sendiri.
Kemudian, ketika sewaktu fajar menyingsing Nabi Luth AS dan dua putrinya telah melewati batas kota sadum, begegetarlah dengan dahsyat bumi di bawah kaki masyarakat sadum, begitu juga dengan istri Nabi Luth AS yang munafik itu. Gentaran itu lebih hebat dan kuat dari pada gempa bumi dan juga diiringi dengan angin kencang serta hujan batu yang menghancurkan kota sadum dan para warganya yang sesat itu.
Itulah azab yang sepantasnya ditimpahkan kepada orang-orang yang sesat, yang sudah diperingatkan oleh Nabi utusan Allah yang maha mengetahui, namun mereka tetap tidak mau mendengarkan. Semoga kita dan masyarakat kita terlindungi dari kemaksiatan, sehingga tidak timpa azab yang begitu pedih seperti pada cerita Nabi Luth AS di atas. Aamiin.
Terima kasih...