Showing posts with label KISAH LUAR BIASA. Show all posts
Showing posts with label KISAH LUAR BIASA. Show all posts

Thursday, October 11, 2018

KISAH KESUKSESAN ABDURRAHMAN BIN AUF

sahabat nabi saw. abdurrahman bin auf RA
assalamualikum wr.wb
Salah satu seorang sahabat Nabi Shallallahu’alaihi wassallam yang mendapat rekomendasi masuk surga adalah ‘Abdurrahman bin ‘Auf bin ‘Abdil Harits Bin Zahrah Kilab bin al-Qurasyi az-Zuhri Abu Muhammad. Dia juga salah seorang dari enam orang Sahabat Radhiyallahu anhum yang ahli syurga. Dia dilahirkan kira-kira sepuluh tahun setelah tahun Gajah dan termasuk orang yang terdahulu masuk Islam. Dia berhijrah sebanyak dua kali dan ikut serta dalam perang Badar dan peperangan lainnya. Saat masih jahilillah, ia bernama ‘Abdul Ka’bah atau ‘Abu ‘Amr; kemudian diberi nama ‘Abdurrahman oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Ibunya bernama Shafiyah. Sedangkan ayahnya bernama ‘Auf bin ‘Abdu ‘Auf bin ‘Abdul Harits bin Zahrah.’ Abdurrahman bin ‘Auf adalah seorang Sahabat Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang sangat dermawan dan yang sangat memperhatikan dakwa Islam, berikut ini adalah sebagian kisahnya:
‘Abdurrahman bin Auf pernah menjual tanahnya seharga 40 ribu dinar, kemudian membagi-bagikan uang tersebut kepada para fakir miskin bani Zuhrah, orang-orang yang membutuhkan dan kepada Ummahatul Mukminin (para istri Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam). Al-Miswar berkata: ‘’Aku mengantarakan sebagian dari dinar-dinar itu kepada Aisyah Radhiyallahu anhuma. Aisyah Radhiyallahu anhuma dengan sebagian dinar-dinar itu.’’ Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata: ‘’Siapa yang telah mengirim ini?’’ Aku menjawab: ‘’ Abdurrahman bin Auf’’. Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata lagi: ‘’Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam telah bersabda : ‘’Tidak ada yang menaruh simpati kepada kalian kecuali dia termasuk orang-orang yang sabar. Semoga Allah Azza wa Jalla memberi minum kepada ‘Abdurrahman bin Auf dengan meminum surga  ‘’
Dalam hadits lain disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam memberikan (sesuatu) kepada sekelompok Sahabat Radhiyallahu anhum yang di sana terdapat ‘Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu anhum ; namun beliau Shallallahu’alaihi wa sallam tidak memberikan apa pun kepadanya. Kemudian ‘Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu anhum keluar dengan menangis dan bertemu Umar Radhiyallahu anhu. Umar Radhiyallahu anhu bertanya: ‘’Apa yang membuatmu menangis?’’ Ia menjawab: ‘’Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam memberikan sesuatu kepada sekelompok Sahabat, tetapi tidak memberiku apa-apa. Aku khawatir hal itu akibat ada suatu keburukan padaku’’. Kemudian Umar Radhiyallahu anhu masuk menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dan menceritakan keluhan ‘Abdurrahman Radhiyallahu anhu itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pun menjawab: ‘Aku tidak marah kepadanya, tetapi cukup bagiku untuk mempercayai imannya.’’ Keutamaan-keutamaan ‘Abdurrahman bin Auf di antaranya:
‘Abdurrahman bin ‘Auf walaupun memiliki harta yang banyak dan menginfakkanya di jalan Allah Azza wa Jalla, namun dia selalu mengintropeksi dirinya. ‘Abdurrahman Radhiyallahu anhu pernah mengatakan : ‘’kami bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam diuji dengan kesempitan, namun kami pun bisa bersabar, kemudian kami juga diuji dengan kelapangan setelah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dan kami pun tidak bisa sabar’’.
Suatu hari ‘Abdurrahman Radhiyallahu anhu diberi makanan, padahal dia sedang berpuasa. Ia mengatakan, ‘’Mush’ab bin Umair telah terbunuh, padahal dia lebih baik dariku. Akan tetapi dia tidak ada kafan yang menutupinya selain burdah (apabila kain itu ditutupkan di kepala, kakinya menjadi terlihat dan apabila kakinya ditutup dengan kain itu, kepalanya menjadi terlihat). Demikian pula dengan Hamzah, dia juga terbunuh, padahal dia lebih baik dariku, ketika meninggal, tidak ada kafan yang menutupinya selain burdah. Aku khawatir balasan kebaikan-kebaikanku diberikan di dunia ini. Kemudian dia menangis lalu meninggalkan makanan tersebut.
Senada dengan kisah di atas, Naufal bin al-Hudzali berkata,’’ Dahulu ‘Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu anhu teman bergaul kami. Beliau adalah sebaik-baik teman. Suatu hari dia pulang kerumahnya dan mandi. Setelah itu dia keluar, ia datang kepada kami dengan membawa wadah makanan berisi roti dan daging, dan kemudian dia menangis. Kami bertanya,’’ Wahai Abu Muhammad (panggilan ‘Abdurrahman), apa yang menyebabkaan kamu menangis?’’ Ia menjawab, ‘’Dahulu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam meninggal dunia dalam keadaan beliau dan keluarganya belum kenyang dengan roti syair. Aku tidak melihat kebaikan kita diakhirkan.
‘Abdullah bin Abbas Radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Umar bin Khathab Radhiyallahu anhu pergi ke Syam. Ketika sampai Sarghin (nama sebuah desa di batas Syam setelah Hijaz), ia berjumpa dengan penduduk al-Ajnad yaitu Abu Ubadah dan para sahabatnya. ,Mereka memberitahu bahwa wabah penyakit telah berjangkit di Syam. Umar Radhiyallahu anhu berkata : ‘panggilkan aku para Muhajirin yang wal (berhijah)!’ Aku (‘Abdullah bin Abbas-red) pun memanggil mereka. Umar Radhiyallahu anhu memberitahu dan meminta pendapat meraka tentang wabah tersebut. Kemudian mereka berselisih, sebagian lain mengatakan : ‘’Engkau telah keluar untuk suatu tujuan. Menurut pendapat kami, engkau jangan mundur.’’ Sedangkan sebagian lain mengatakan : ‘’Engkau bersama banyak orang dan bersama para Sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, maka kami berpendapat agar tidak membiarkan  mereka terkena wabah.’’ Umar Radhiyallahu anhu bertanya lagi : ‘’Panggilan para Anshar untukku’’. Akupun memanggil mereka. Kemudian Umar Radhiyallahu anhu meminta pendapat kepada mereka dan mereka sama dengan pendapat para kaum Muhajirin yaitu mereka juga berbeda pendapat. Lalu Umar Radhiyallahu anhu berkata: ‘’panggilan orang-orang tua Quraisy dari orang yang hijrah ketika fathu Mekah, yang berada di sini.’’ Akupun memanggil mereka dan tidak ada seorangpun yang berselisih. Merekapun setuju dengannya. Abu Ubaidah bin Jarrah Radhiyallahu anhu mengatakan, ‘’Apa kita berusaha berlari dari takdir Allah Azza ea Jalla ?’’ Umar Radhiyallahu anhu menjawab,’’Seandainya selainmu mengucapkan hal itu, wahai Abu Ubaidah. Ya, kami berlari dari takdir Allah Azza wa Jalla menuju takdir Allah Azza wa Jalla yang lain. Kemudian datanglah ‘Abdurrahaman bin Auf Radhiyallahu anhu dan mengatakan: ‘’Dalam hal ini, aku memiliki ilmunya. Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
Jika kalian mendengar (ad wabah) di suatu negeri, maka janganlah kalian mendatanginya. Dan apabila wabah terjadi di suatu negeri dan kalian di dalamnya, maka janganlah kalian keluar/lari darinya. [HR. Bukhari no. 5398]
Pada zaman Nabi Shallallahu’alahi wa sallam ,’Abdurrahman bin ‘Auf Radhiyallahu anhu pernah menyedekahkan separuh hartanya. Setelah itu dia bersedekah lagi sebanyak 40.000 dinar. Kebanyakan harta bendanya diperoleh dari hasil perdagangan [9]
Ja’far bin Burqan mengatakan,’’Telah sampai kabar kepadaku bahwa ‘Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu anhu telah memerdekakan 3000 orang.
Imam Bukhari menyebutkan dalam kitab tarikhnya bahwa ‘Abdurrahman pernah menberikan wasiat kepada semua Sahabat yang mengikuti perang badar dengan 400 dinar. Dan jumlah mereka ketika itu 100 orang.[11]
Dia meninggal dunia pada tahun 32 H. Dia berumur 72 tahun dan dia dikubur  di pemakaman baqi’ dan ‘Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu ikut menyalatkannya.[12]
Demikian selintas kisah tentang seorang Sahabat Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang sangat kaya, seorang konglomerat pada jamannya, namun amat sangat dermawan. Semoga menjadi tauladan bagi kita semua. Wallahua’lam
Referansi:
1.    Ash-Shahabah, Syaikh Shalih bin Thaha ‘Abdul Wahid, Maktabah al-Ghuraba , Dar al-Atsariyah, cet. Ke-1 tahun 1427H
2 Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, Ibnu Hajar al-Asqalani, tahqiq: Khalil Makmun Syiha, Darul Makrifah, Beirut
3. Fadhailush Shahabah Lil Imam Ahmad, Dar Ibnu Jauzi cet. Ke-2 tahun 1420 M

terimakasih
assalamualaikum wr.wb

Wednesday, October 10, 2018

NAMA-NAMA SURGA DAN SIAPA SAJA YANG MEMASUKINYA


NAMA - NAMA SURGA DAN ORANG - ORANG YANG MEMASUKINYA


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, senang rasanya jika kita dapat berbagi cerita apalagi kalau berbicara tentang surga, suatu tempat di negeri akhirat yang didalamnya terdapat semua keindahan, kemegahan, dan kehidupan yang kekal. Namun dibalik itu seperti apakah surga itu? Hanya Allah yang Maha mengetahui segala sesuatu. Kenikmatan yang ada dalam surga itu tidak dapat kita bayangkan, karena semua kenikmatan dan keindahan dunia itu sekedar saja (sementara), sedangkan kenikmatan surga itu tiada tara (kekal selama-lamanya). Tetapi sebagian orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. jangan sekali-kali berharap bahwa amal-amal soleh yang telah kita lakukan semasa hidup di dunia bertujuan untuk mendapatkan surganya Allah, melainkan berharap ridha-Nya atas segala usaha baik kita lakukan  waktu di dunia (ikhlas).
Allah SWT. berfirman dalam hadits qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW. bersabda, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman:
Artinya: ‘’Aku telah menyediakan buat hamba-hamba-Ku yang soleh sesuatu, tak ada satu mata pun yang mampu melihatnya; tak ada satu telinga pun yang mampu mendengarnya; dan tidak pula haati mampu untuk membayangkannya, sebagai  simpanan (dalam memori hatinya). Biarlah Allah tidak memperlihatkannya kepada Anda, (sesuatu yang belum diperlihatkan itu amat besar dan mengagumkan). Kemudian Nabi membaca (ayat),
‘Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunykan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang mnyedapkan pandangan mata.’’’ (HR. Muslim).
Surga itu penuh kilauan cahayanya baunya haru semerbak, didalamnya ada istana yang tinggi, sungai-sungai yang terbentang lua dengan enak rasa yang tidak pernah rasa, bau dan warnanya, yaitu ada sungai susu yang sangat sedap bagi orang yang yang meminumnya, ada sungai anggur, sungai dari madu yang rasanya manis dan tidak membuat bosan orang-orang (penguhuni surga) itu meminum airnya., sungai khamar yang tidak menyebabkan mabuk bagi orang yang meminumnya. Didalam surga itu juga ada lautan dan kemudian dari laut-laut itu bercabang sungai-sungai surga, seperti sungai al-Kautsar, sungai Rajab, dan sungai Baariq. Sebagaimana Rasulullah SAW. mengatakan bahwa diantara sungai-sungai, itu ada yang bernama ‘’sungai Baariq’’ yang berada atau terletak di pintu surga. Orang-orang ati Syahid (para syuhada) mereka di alam barzakh berada sungai ini (sungai Baariq). Telah diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad dan Mustadrak Imam Hakim, dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah SAW. bersabda:
‘’Para syuhada berada di dekat ‘Baariq’, sebuah sungai di pintu surga dalam sebuah kubah hijau. Rizki mereka datang kepadanya dari surga pagi dan sore.’’
Nama-nama surga (surga itu ada 8, tetapi ada juga yang mengatakan ada 7 sesuai versi masing-masing, namun kita juga perlu memperhatikan persamaan dari nama-nama yang akan kita sebutkan dibawah ini beserta siapa saja yang menjadi penghuni surga-surga tersebut.
1.   SURGA FIRDAUS
‘’Sesungguhnya orang-orang yang memilihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.’’
(QS. Al-Mukminun: 9-11).
Para Penguni Surga Firdaus
1.Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
2.Mereka yang mengerjakan shalat dengan khusu’.
3.Mereka yang menghindarkan diri dari segala sesuatu yang tidak berguna atau tidak manfaat untuk dirinya maupun orang lain.
4.Mereka yang membayar zakat.
5.Mereka yang senantiasa menjaga kehormatan dan menjaga kemaluan, kecuali terhadap istri-istri mereka.
6.Mereka yang amanah.
7.Mereka yang menempati janji.
8.Orang-orang yang memelihara shalatnya.
2. SURGA ‘ADN
‘’Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin lelaki dan perempuan (akan mendapat) surga di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan mendapat tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn.’’ (QS. At-Taubah : 72).
Para Penghuni Surga ‘Adn :
1.Mereka yang beriman dan beramal soleh.
2.Orang-orang yang selalu menepati janji.
3.Orang-orang yang takut kepada Allah dan takut trtimpa hisab buruk.
4.Orang-orang yang sabar dalam mencari keridhaan Allah.
5.Orang-orang yang senantiasa memberi sedekah dan berinfak sebagian rizki yang diberi Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
6.Orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.
7.Orang-orang yang mencegah kemungkaran dan menyeru dalam kebaikan (amal ma’ruf nahi munkar).
8.Orang-orang yang mendirikan shalat.
Sumber : Al-Qur’an surah Thah: 75-76 dab surah Ar-Ra’ad : 22-23
3.Surga Na’im
Surga Na’im diciptakan oleh Allah SWT. dari perak putih. Calon penghuninya adalah orang-orang yang benar bertaqwa dan beramal soleh. Sebagaiman Firman Allah SWT. berikut ini.
‘’Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.’’ (Q.S Al-Qalam [68]: 34)
‘’Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan’’ (Q.S. Lukman [31]: 8)
‘’Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal soleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan.’’ (Q.S. Al-Hajj [22]: 56)
4. Surga Ma’wa
Surga Ma’wa diciptakan oleh Allah SWT dari zamrud hijau. Calon penghuninya adalah:
1.Orang-orang yang benar-benar beriman dan beramal soleh.
‘’Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.’’ (Q.S. As-Sajdah [32 : 19)
2.Orang-orang yang takut pada kebesaran Allah SWT. dan menahan diri dari hawa nafsu buruk.’’Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surga tempat tinggal(Nya).’’ (Q.S. An-Naazi’aat [79]: 40-41)
5. Surga Darussalam
Surga Darussalam diciptakan oleh Allah SWT dari yakut merah. Calon penghuninya dalah orang-orang yang kuat iman dan islamnya. Mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an dalam sehari-hari, serta mengerjakan amal soleh lainnya karena Allah SWT. Firman-Nya.
‘’Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah pelindung mereka disebabkan amal-amal soleh yang selalu mereka kerjakan.’’ (Q.S. Al-An’aam [6]: 127)
6. Surga Darul Muqamah
Surga Darul Muqamah diciptakan oleh Allah SWT. dari permata putih. Calon penghuninya orang-orang yang melakukan banyak kebaikan. Firman-Nya.
‘’Dan mereka berkata,’Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempati dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada merasa lesu.’’’ (Q.S. Faathir [35]: 34-35)
7. Surga Maqaamul Amin
Surga Maqaamul amin adalah surga yang diciptakan oleh Allah SWT. dari emas. Calon penghuninya adalah orang-orang yang sangat beriman (muttaqien). Yaitu yang benar-benar bertaqwa kepada Allah SWT.
Sebagaiman Firman Allah SWT. berikut ini.
‘’Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman.’’ (Q.S. Ad-Dukhan [44]: 51)
8. Surga Khuldi
Surga Khuldi adalah surga yang diciptakan oleh Allah SWT. dari marjan merah dan kuning. Calon penghuninya adalah orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah SWT. dan menjahui segala larangan-Nya. Firman-Nya.
‘’Katakanlah,’Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa? Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka.’’’ (Q.S. Al-Furqan [25]: 15).

Friday, October 5, 2018

Kisah Kemuliaan Dan Keutamaan AISYAH R.A


kisah kemuliaan dan keutamaan aisyah RA

Beliau adalah Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah binti Abu Bakr, Shiddiqah binti Shiddiqul Akbar, istri tercinta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau lahir empat tahun setelah diangkatnya Muhammad menjadi seorang Nabi. Beliau bernama Ummu Ruman binti Amir bin Umaimir bin Abdi Syams bin kinanah yang meninggal dunia pada waktu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup tepatnya pada tahun ke-6 H.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Aisyah dua tahun sebelum hijrah melalui sebuah ikatan suci yang mengukuhkan gelar Aisyah menjadi Ummul Mukminin, tatkala itu Aisyah masih berumur enam tahun. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam membangun rumah tangga dengannya setelah berhijrah, tepatnya pada bulan Syawwal tahun ke-2 Hijrah dan ia sudah berumur sembilan tahun. Aisyah menceritakan,
‘’Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku panca meninggalnya Khadijah sedang aku masih berumur enam tahun, dan aku dipertemukan dengan Beliau tatkala aku berumur sembilan tahun. Para wanita datang kepadaku padahal aku sedang asyik bermain ayunan dan rambutku terurai panjang, lalu mereka menghiasiku dan mempertemukan aku dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’’ (Lihat Abu Dawud: 9435). Kemudian biduk rumah tangga itu berlangsung dalam suka dan duka selama 8 tahun 5 buln, hingga Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia pada tahun 11 H. Sedang Aisyah baru berumur 18 tahun.
Aisyah adalah seorang wnita berparas cantik berkulit putih, sebab itulah ia sering dipanggil dengan ‘’Humairah’’ selain cantik, ia juga dikenal sebagai seorang wanita cerdas yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mempersiapkannya untuk menjadi pendamping Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dalam mengemba amanah risalah yang akan menjadi penyejuk mata dan pelipur lara bagi diri beliau. Suatu hari jibril memperlihatkan (kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) gambar Aisyah pada secarik kain sutra berwarna hiju sembari mengatakan,’’Ia adalah calon istrimu kelak, di dunia dan di akhirat.’’ (HR. At-Tirmidzi (3880), lihat Shahih sunan at-Tirmidzi (3041)
Selain menjadi seorang pendamping setiap yang selalu siap memberi dorongan dan motivasi kepada suami tercinta di tengah beretnya medan dakwa dan permusuhan dari kaumnya, Aisyah juga tampil menjadi seorang penuntut ilmu yag senantiasa belajar dalam madrasa nubuwwah di mana beliau menimba ilmu langsung dari sumbernya. Beliau tercatat termasuk orang yang banyak meriwayatkan hadits dan memiliki keunggulan dalam berbagai cabang ilmu di antaranya ilmu fikih, kesehatan, dan Muslim dan 174 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Bukhari serta 54 hadits hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Sehingga pembesar para sahabat kibara tatkala mereka mendapatkan permasalahan mereka datang dan merujuk kepada Ibunda Aisyah.
Kedudukan Aisyah Di sisi Rasulullah
Suatu hari orang-orang Habasya masuk masjid dan menunjukkan akraksi permainan di dalam masjid, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Aisyah,’’Wahai Humaira, apakah engkau mau melihat mereka?’’ Aisyah menjawab,’’ Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau.’’ Lalu ia mengatakan,’’Diantara perkataan mereka tatkala itu adalah,’Abdul Qasim adalah seorang yang baik’.’’ Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,’’Apakah sudah cukup Wahai Aisyah?’’ Ia menjawab: ‘’Jangan terburu-buru wahai Rasulullah.’’ Maka beliau pun tetap berdiri. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi lagi pertanyaannya,’’Apakah sudah cukup wahai Aisyah?’’ Namun, Aisyah tetap menjawab, ‘’Jangan terburu-buru wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,’’Aisyah mengatakan,’’Sebenarnya bukan karena aku senang melihat permainan mereka, tetapi aku hanya ingin memperlihatkan kepada para wanita bagaimana kedudukan Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam terhadapku dan kedudukanku terhadapnya.’’ (HR. An-Nasa’i (5/307), lihat Ash Shahihah (3277))
CANDA NABI KEPADA AISYAH
Aisyah bercerita,’’Suatu waktu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang untuk menemuiku sedang aku tengah bermain-main dengan gadis-gadis kecil.’’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku,’’Apa ini wahai Aisyah.’’ Lalu aku katakan, ‘’itu adalah kuda Nabi Sulaiman yang memiliki sayap.’’Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tertawa. (HR. Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat (8/68), lihat Shahih Ibnu Hibban (13/174))
Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlomba lari dengan Aisyah dan Aisyah menang. Aisyah bercerita,’’Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlari dan mendahuluiku (namun aku mengejarnya) hingga aku mendahuluinya. Tetapi, tatkala badaku gemuk, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak lomba lari lagi namun beliau mendahului, kemudian beliau mengatakan,’’Wahai Aisyah, ini adalah balasan atas kekalahanku yang dahulu’. (HR. Thabrani dalam Mu’jamul kabir 23/47), lihat Al-Misykah (2.238))
KEUTAMAAN-KEUTAMAAN AISYAH
Banyak sekali keutamaan yang dimiliki oleh Ibunda Aisyah, sampai-sampai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan dalam sabdanya:Orang yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imron dan Asiyah istri Fir’aun, dan keutamaan Aisyah atas semua wanita seperti keutamaan tsarid atas segala makanan.’’ (HR. Bukhari (5/2067 dan Muslim (2431))
Beberapa kemulian itu di antaranya:
Pertama: Beliau adalah satu-satunya istri Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang dinikahi tatkala gadis, berbeda dengan istri-istri Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang lain karena dinikahi tatkala janda.
Aisyah sendiri pernah mengatakan,’’Aku telah diberi sembilan perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun setelah Maryam. Jibril telah menunjukkan gambarku tatkala Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam diperintah untuk menikahiku, beliau menikahiku tatkala aku masih gadis dan tidaklah beliau menikahi seorang gadis kecuali diriku, beliau meninggal dunia sedang kepalanya berada dalam dekapanku serta beliau dikuburkan di rumahku, para Malaikat menaungi rumahku, Al-Qur’an turun sedang aku dan beliau berada dalam satu selimut, aku adalah putri kekasih dan sahabat terdekatnya, pembelaan kesucianku turun dari atas langit, aku dilahirkan dari dua orang tua yang baik, aku dijanjikan dengan ampunan dan rezeky yang mulia.’’ (Lihat al-Hujjah Fi Bayan Mahajjah (2/398))
Kedua: Beliau adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dari kalangan wanita.
Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam,’’Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?’’ Beliau menjawab,’’Aisyah.’’’’Dari kalangan laki-laki?’’ tanya Amr. Beliau menjawab,’’Bapaknya.’’ (HR. Bukhari (3662) dan Muslim (2384))
Maka pantaskah kita membenci apalagi mencela orang yang paling dicintai oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam?!! Mencela Aisyah berarti mencela, menyakiti hati, dan mencoreng kehormatan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Na’udzubillah.
Ketiga: Aisyah adalah wanita yang paling alim dari pada wanita lainnya.
Berkata az-Zuhri,’’Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengan ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.’’ (Lihat Al-Mustadrak Imam Hakim (4/11))
Berkata Atha’,’’Aisyah adalah wanita yang paling faqih dan pendapat-pendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.’’ (Lihat al-Mustadrok Imam Hakim (4/11))
Berkata Ibnu Abdir Barr,’’Aisyah adalah satu-satunya wanita di zamannya yang memiliki kelebihan dalam tiga bidang ilmu: ilmu faqih, ilmu kesehatan, dan ilmu syair.’’
Keempat: para pembesar sahabat apabila menjumpai ketidakpahaman dalam masalah agama, maka mereka datang kepada Aisyah dan menanyakannya hingga Aisyah menyebutkan jawabannya.
Berkata Abu Musa al-Asy’ari,’’ Tidaklah kami kebingungan tentang suatu hadits lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban dari sisinya.’’ (Lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3044))
Kelima: Tatkala istri-istri Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam diberi pilihan untuk tetap bersama Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam dengan kehidupan apa adanya, atau diceraikan dan akan mendapatkan dunia, maka Aisyah adalah orang pertama yang menyatakan tetap bersama Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bagaimanapun kondisi beliau sehingga istri-istri Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang paling mengikuti pilihan-pilihannya.
Keenam: Syari’at tayammum disyari’at karena sebab beliau, yaitu tatkala manusia mencarikan kalungnya yang hilang di suatu tempat hingga datang waktu Shalat namun mereka tidak menjumpai air hingga disyari’atkanlah tayammum.
Berkata Usaid bun Khudair,’’Itu adalah awal keberkahan bagi kalian wahai keluarga Abu Bakr.’’ (HR. Bukhari (334))

Ketujuh: Aisyah adalah wanita yang dibela kesuciannya dari langit ketujuh.
Prahara tuduhan zina yang dilontarkan orang-orang munafik untuk menjatuhkan martabat Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam lewat istri beliau telah tumbang dengan turunnya 16 ayat secara berurutan yang akan senantiasa dibaca hingga hari kiamat. Allah Subhanahu wa Ta’ala mempersaksikan kesucian Aisyah dan menjanjikannya dengan ampunan dan rezeki yang baik.
Namun, karena ketawahu’annya (kerendahan hatinya), Aisyah mengatakan,’’Sesungguhnya perkara yang menimpahku atas diriku itu lebih hina bila Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentangku melalui wahyu yang akan senantiasa dibaca.’’ (HR. Bukhari (4141))
Oleh karenya, apabila Masruq meriwayatkan hadits dari Aisyah, beliau selalu mengatakan,’’Telah bercerita kepadaku Shiddiqoh binti Shiddiq, wanita yang suci dan disucikan.’’
Kedelapan: Barang siapa yang menuduh beliau telah berzina maka dia kafir, karena Al-Qur’an telah turun dan mensucikan dirinya, berbeda dengan istri-istri Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang lain.
Kesembilan: Dengan sebab beliau Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan hukuman cambuk bagi orang yang menuduh wanita muhShanat(yang menjaga diri) berzina, tanpa bukti yang dibenarkan syari’at.
Kesepuluh: Tatkala Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam sakit, Beliau memilih tinggal di rumah Aisyah dan akhirnya Beliau pun meninggal dunia dalam dekapan Aisyah.
Berkata Abu Wafa’ Ibnu Aqil,’’Lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam memilih untuk tinggal di rumah Aisyah tatkala sakit dan memilih bapaknya (Abu Bakr) untuk menggantikannya mengimami manusia, namun mengapa keutamaan agung semacam ini bisa terlupakan oleh hati orang-orang Rafidha padahal hampir-hampir saja keutamaan ini tidak luput sampaipun oleh binatang, bagaimana dengan mereka...?!!’’
Aisyah meninggal dunia di Madinah malam selasa tanggal 17 Ramadhan 57 H, pada masa pemerintahan Muawiyah, di usianya yang ke 65 tahun, setelah berwasiat untuk dishalati oleh Abu Hurairah dan dikuburkan di pekuburan Baqi pada malam itu juga. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai Aisyah dan menempatkan beliau pad kedudukan yang tinggi di sisi Rabb-Nya. Aamiin.
Wallahu A’lam.


Wednesday, October 3, 2018

Siti Khadijah Adalah Isteri Pertama Nabi Muhammad SAW Dan Yang Pertama Beriman


Siti Khadijah 
KISAH  SITI KHADIJAH ADALAH ISTRI PERTAMA NABI

Khadijah binti Khuwailid merupakan isteri pertama Nabi Muhammad SAW. Nama lengkapnya adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Khadijah al-Kubra, anak perempuan dari Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Za’idah, berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy. Ia merupakan wanita as-sabiqun al-Awwalun (golongan yang pertama masuk Islam). Khadijah dilahirkan pada tahun 68 sebelum Hijriyah, di sebuah keluarga yang mulia dan terhormat. Dia tumbuh dalam suasana yang dipenuhi dengan perilaku terpuji. Ulet, cerdas dan penyayang merupakan karakter khusus kepribadiannya. Sehingga masyarakat dizaman Jahiliyah menjulukinya sebagai At-Thahirah (seorang wanita yang suci). Selain itu, Khadijah juga berpropesi sebagai pedagang yang mempunyai modal sehingga bisa mengupah orang untuk menjalankan usahanya. Kemudian akan membagi keuntungan dari peroleh usaha tersebut. Rombongan dagang miliknya juga seperti umumnya rombongan dagang kaum Quraisy lainnya
    Memberikan Pekerjaan Kepada Muhammad
Lalu, suatu saat dia mendengar tentang Muhammad, sesuatu yang menarik perhatian Khadijah tentang kejujuran, amanah, dan kemulian akhlak beliau. Pada saat itu, Abu Thalib berkata pada keponakannya, Muhammad SAW,’’Aku adalah orang yang tidak mempunyai harta sedangkan kebutuhan zaman semakin hari semakin mendesak. Umur telah kita lalui dengan sia-sia tanpa ada harta dan perniagaan. Lihatlah Khadijah, dia mampu mengutus beberapa orang untuk menjalankan niaganya, sehingga mereka mendapatkan hasil dari barang yang diniagakan. Andai engkau datang kepadanya (untuk menjalankan niaganya) dengan keutamaanmu dibandingkan yang lainnya, tentu tidak akan ada yang menyaingimu, terutama sekali dengan kesucianmu.’’ Kemudian Khadijah memberikan pekerjaan kepada Rasulullah agar menjalankan barang dagangannya ke negeri Syam dengan ditemani anak bernama Maisarah. Beliau diberi modal yang cukup besar dibandingkan lainnya. Rasulullah menerima pekerjaan tersebut dan disertai Maisarah menuju kota Syam. Sesampainya di negeri tersebut beliau mulai menjual barang dagangannya, dan kemudian hasil dari penjualan tersebut beliau belikan barang lagi untuk dijual di Mekkah. Setelah misi dagangannya selesai, beliau bergabung dengan kafilah kembali ke Mekkah bersama Maisarah. Keuntungan yang didapatkan Rasulullah sungguh berlipat ganda, sehingga Khadijah menambahkan bonus untuk beliau dari hasil penjualan tersebut.
 Muhammad Menikah dengan Khadijah
Sesampainya di Mekkah, Maisarah menceritakan perilaku baik Muhammad yang dilihatnya dengan mata kepala sendiri. Khadijah merasa tertarik dengan cerita tersebut dan segera mengutus Maisarah untuk datang pada Muhammad dan menyampaikan pesannya untuk beliau.’’Wahai anak pamanku, aku senang kepadamu karena kekerabatan, kekuasaan terhadap kaummu, amanahmu, kepribadianmu yang baik, dan kejujuran perkataanmu.’’ Kemudian Khadijah menawarkan dirinya kepada Muhammad. Rasulullah menceritakan perihal ini kepada para pamannya. Tidak lama kemudian Hamzah bin Abdul Muthalib bersama Muhammad datang pada Khuwailid bin Asad, bermaksud meminang putrinya itu untuk Muhammad.
Kemudian Khuwailid berkata,’’Dia itu kuda yang tidak dicocok hidungnya.’’ (Maksudnya, seorang yang mulia). Muhammad kemudian menikahi Khadijah dan memberinya dua puluh unta muda. Saat itu Khadijah berumur 40 tahun dan Muhammad berumur 25 tahun. Dialah permpuan pertama yang dinikahi Nabi SAW, dan beliau tidak menikah dengan siapa pun kecuali setelah Khadijah meninggal dunia. Dari Khadijah lahirlah Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fatimah.
         Orang Pertama Beriman Pada Kenabian Muhammad
Saat menerima risalah kenabian, Khadijah merupakan orang pertama yang percaya kepada Allah dan Rasul beserta ajaran-ajaran-Nya. Nabi Muhammad pun tidak menghiraukan berbagai ancaman dan propaganda yang datangnya dari kaum musyrikin. Karena disampingnya terdapat sang kekasih pilihan Allah yang dengan setia mendampingi dan memperkuat aktifitas dakwanya, sehingga terasa ringan beban yang diemban dan ringan pula menghadapi cobaan apa pun yang dilakukan oleh kaumnya. Setelah menerima wahyu pertama di Gua Hira, Rasulullah kembali ke rumah dengan perasaan takut seraya berkata kepada Khadijah,’’Selimuti aku! Selimuti aku!’’ Maka Khadijah menyelimutinya hingga hilang perasaan takutnya itu. Beliau menceritakan semua yang telah terjadi.’’Aku khawatir, Allah tidak akan pernah menghikanmu, sesungguhnya engkau orang yang menjaga tali silahturrahmi, senantiasa mengembah amanah, berusaha memperoleh sesuatu yang tiada, selalu menghormati tamu dan membantu orang-orang yang berhak untuk dibantu.’’
        Menemui Pendeta Waraqah
Khadijah mengajak suaminya menemui Waraqah bin Naufal, sepupunya yang memeluk agama Nasrani di zaman Jahiliyah dan menulis buku Injil dengan bahasa Ibrani.’’Dengarkan sepupuku, kata-kata dari keponakanmu ini!’’ kata Khadijah.
‘’Wahai keponakanku, apa yang engkau lihat?’’ tanya Waraqah pada Muhammad SAW. Rasulullah menceritakan tentang apa yang telah dilihatnya.
Waraqah berkata,’’Ini adalah Malaikat yang telah Allah turunkan kepada Nabi Musa. Andai aku dapat bertahan, aku berharap masih hidup ketika kaumku mengusirku?’’
‘’Tidak seorang pun datang sesuatu bagaimana yang kau emban ini kecuali dimusuhi oleh kaumnya. Jika aku masih hidup sampai pada harimu, tentu aku akan menolongmu dengan sungguh-sungguh,’’ jawabnya.
Waraqah tidak sempatterlibat dalam aktifitas dakwa Nabi, karena keburu meninggal dunia dan tidak sempat mendengarkan ajaran wahyu yang diturunkan pada Muhammad SAW.
          Istri yang Dicemburuhi ‘Aisyah
Rasulullah dan Khadijah tetap berdiam di Mekkah dan melakukan Shalat secara rahasia dengan kehendak Allah. Khadijah memang sangat dicintai dan dihormati oleh Rasulullah. Beliau juga tidak pernah berselisih dengan apa yang dikatakan Khadijah pada beliau, terutama pada saat sebelum wahyu turun. Bahkan walau Khadijah telah tiada, Rasulullah selalu menyebut-nyebutnya dalam setiap kesempatan, dan tidak bosan-bosan memujinya. Sehingga Aisyah, Ummul Mukminin, merasa cemburu. Sampai suatu saat, Aisayah berkata pada Rasulullah,’’Allah telah mengganti wanita tua itu.’’ Tentu saja Rasulullah tersinggung dengan ucapan Aisyah ini, hingga ia berkata pada dirinya, ‘’Ya Allh, hilangkanlah perasaan marah Rasulullah terhadapku dan aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkan Khadijah.’’
Aisyah pernah berkta,’’ Aku tidak pernah cemburu kepada istri-istri Rasulullah kecuali pada Khadijah. Walaupun aku tidak pernah melihatnya, akan tetapi Rasulullah sering menyebutnya setiap saat. Ketika beliau memotong kambing, tak lupa beliau sisihkan dari sebagian daging tersebut untuk kerabat-kerabat Khadijah.Ketika aku katakan, seakan-akan tidak ada wanita di dunia ini selain Khadijah. Beliau berkata, sesungguhnya dia telah tiada dan dari rahimnya aku dapat keturunan.’’
Aisyah berkata,’’Dulu Rasulullah SAW. setiap keluar rumah, hampir selalu menyebut Khadijah dan memujinyaa. Pernah suatu hari beliau menyebutnya sehingga aku merasa cemburu. Aku berkata,’Apakah tiada orang lagi selain wanita tua itu. Bukankah Allah telah menggantikannya dengan yang lebih baik?’ Lalu, Rasulullah marah hingga bergetar rambut depannya karena amarah dan berkata, ‘Tidak, demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik baik darinya. Dia percaya padaku di saat semua orang ingkar, dan membenarkanku di kala orang-orang mendustakanku, menghiburku dengan hartanya ketika manusia telah mengharamkan harta untukku. Dan Allah telah mengaruniaku dari rahimnya beberapa anak di saat istri-isriku tidak membuahkan keturunan.’kemudian Aisyah berkata,’Aku bergumam pada diriku bahwa aku tidak akan menjelek-jeleknya laagi selamanya.’’
        Khadijah Meninggal Dunia
Khadijah, seorang tangan kanan Rasulullah yang senantiasa membantu beliau dalam menjalankan dakwa dan menyebarkan ajaran-ajarannya, meninggal pada tahun ke-3 sebelum Hijrah di kota Mekkah usia 65 tahun. Di saat ajal menjemputnya, Rasulullah menghampiri Khadijah sembari berkata,’’Engkau pasti tidak menyukai apa yang aku lihat saat ini, sedangkan Allah telah menjadikan dalam sesuatu yang tidak engkau kehendaki itu sebagian kebaikan.’’
Saat pemakamannya, Rasulullah turun ke liang lahat dan dengan tangannya sendiri memasukkan jenazah Khadijah. Wafatnya Khadijah merupakan musibah besar, di mana setelahnya diikuti berbagai musibah dan peristiwa yang datangnya secara beruntun. Rasulullah SAW memikul beban dengan penuh ketabahan dan kesabaran demi mencapai ridha Allah SWT.
TERIMA KASIH...
SEMUA

Monday, October 1, 2018

Misteri Kisah Kedatangan Nabi Isa AS Dan Imam Mahdi


  Nabi Isa AS Dan Imam Mahdi
MISTERI KISAH KEDATANGAN NABI ISA as

Dajjal tidak akan muncul sebelum kedatangan Imam Al-Mahdi. Dalam berbagai hadits Rasulullah Shalallahu’Alaihi wa Sallam menceritakan sosok Imam Al-Mahdi yang berasal dari keturunannya.
‘’Bila tidak tersedia dari dunia suatu hari-Za’idah (salah seorang rawi) mengatakan dalam haditsnya-tentu Allah akan panjangkan hari tersebut, sehingga Allah utus padanya seorang lelaki dariku-atau dari keluargaku-. Namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Ia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kedzaliman dan kecilasan.’’ (Hasan Shahih, HR. Abu Dawud)
Sesuai dengan sabda Rasulullah Shalallahu’Alaihi wa Sallam maka Mahdi bernama Muhammad atau Ahmad dengan ayah bernama Abdullah. Sifat fisik Imam Mahdi seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud. Tersingkap rambutnya dari arah kepala bagian depan atau dahinya lebar, hidungnya mancung ujunya tajam bagian tengahnya agak naik, secara sederhana bisa disimpulkan bahwa hidup Imam Mahdi tidak pesek. Imam Mahdi akan hidup dan memimpin dunia selama 7 atau 9 tahun, hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah,
‘’Akan datang pada umatku Al-Mahdi, bila masanya pendek maka 7 tahun kalau tidak maka 9 tahun.’’ (HR.Ibnu Majjah)
Selama masa kepemipinan Imam Mahdi maka kaum muslimin akan hidup bertabur nikmat dan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kedatangan Imam Mahdi pada dasarnya akan mempersatukan kaum muslimin yang terpecah belah dan berkelompok-kelompok. Dan setelah mampu mempersatukan kaum muslimin maka Imam Al-Mahdi menegakkan negara Islam dalam satu bendera. Imam Mahdi didalam kalangan penganut Syiah di yakini dengan Imam yang kedua belas. Imam Mahdi sejatinya telah turun di tahun 356 H namun kaum syiah percaya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menyembunyikan Imam Mahdi secara ghaib dan akan memunculkan pada saatnya nanti.
Jihad Al-Mahdi dan pasukannya
Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji jihad fi sabilillah, dan memerdekakan negeri-negeri Islam yang dikuasai oleh kaum kafir. Imam Mahdi akan memimpin berbagai peperangan, yang dimulai dari jazirah Arab, kemudian berlanjut ke negeri persia, dan negeri Rum. Allah memberinya kemenangan. Rasulullah Shalallahu’Alaihi wa Sallam berpesan:
‘’Ketika kalian melihat (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya. Walaupun harus merangkak-rangkak diatas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.’’ (HR. Ibnu Majah)
Al-Mahdi  didukung oleh ‘Thaiyfah Mansyurah’ mereka adalah pasukan-Islam yang berperang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam sebagaimana generasi awal umat Islam. Pasukan pembela Al-Mahdi ini disebut ‘Ashabu Rayati Sud’ mereka memegang panji-panji hitam seperti bendera hitam yang dibawaa oleh pasukan Rasulullah. Dalam sebuah hadits disebutkan: ‘’Akan keluar suatu kaum dari arah Timur, mereka akan memudahkan kekuasaan bagi Al-Mahdi,’’ dalam hadits lain disebutkan dari Khurasan’’Akan keluar beberapa bendera hitam tak sesuatu pun bisa menahannya sampai akhirnya bendera-bendera itu di tegakkan di Baitul Maqdis.’’
‘Ashabu Rayati Sud’ muncul saat kematian raja Saudi yang kemudian dilanjutkan dengan pertikaian 3 putra Khalifah untuk memperebutkan Ka’bah. Seorang analisis politik Timur Tengah, Toni canter, menilai pemerintah Arab Saudi kini tengah berada di dalam perpecahan. Sepeninggalan Raja Fath, kekuasaan Arab Saudi terpecah pada empat orang pangeran. Dan setelah raja Abdullah berkuasa sebagian kekuasaan politik masih tetap dipegang oleh pangeran Nayev, pangeran Sultn dan pangeran Salman. Diperkirakan setelah raja Abdullah wafat, perseteruan antara 3 pangeran Arab akan makin memuncak. Apakah skenario ini persis seperti Sabda Rasulullah Shalallahu’Alaihi wa Sallam,
‘’Akan berperang tiga orang di sisi perbendaraanmu. Meraka adalah putra Khalifah. Tetapi, tak seorangpun diantara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur. Lantas meraka memerangi kamu (bangsa Arab) dengan sesuatu peparangan yang belum dialami oleh kaum sebelumnya. Maka ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak diatas salju karena sesungguhnya dia adalah Al-Mahdi.’’ (HR. Ibnu Majjah)
 Siapakah sesungguhnya kelompok pembela Al-Mahdi yang disebut ‘Ashabu Rayati Sud’ ini?
Ketika turun surat Muhammad ayat 38 yang mengabarkan bahwa bangsa Arab suatu saat akan berpaling Rasulullah,’’,,, Jika kamu berpaling (dari agama), niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu.’’ (QS: Muhammad: 47: 38)
Para sahabat saat itu bertanya kepada Rasullah Shalallahu’Alaihi wa Sallam,’’Jika kita berpaling, maka siapakah yang akan menggantikan tempat kita?’’ Nabi meletakkan tangannya yang penuh berkah keatas bahu Salman Al-Fatisi dan bersabda,’’Ia dan kaumnya yang akan menggantimu. Demi Dzat yang jiwa yang berada dalam genggamannya. Jika agama ini bertaburan di Suraya maka sebagian persia akan mencarinya dan memegangnya.’’
Bangsa Persia kini tersebar selain di Iran, juga di iraq, Afghanistan, dan pakistan. Dalam hadits lain Rasulullah Shalallah ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan sebagian bani Ishaq keturunan Ish atau pura Nabi Ishaq dan keturunan dari Nabi Ibrahim ‘alaihis sallam. Merekalah yang akan menggantikan penduduk asli Madinah yang menjadi pendukung Al-Mahdi. Merekalah yang disebut oleh Nabi yang akan bertempur dengan bangsa Rum dalam peperangan yang dahsyat, dan memenangkannya.
Sebagian dari ulama menilai kelompok Taliban di Afghanistan yang saat ini ditakuti oleh pasukan Amerika serikat menjadi cikal bakal kelompok Al-Mahdi. Meskipun kaum muslim fundamentalis ini sering dirusak citranya oleh media barat. Namun karakter dan kehidupan mereka dianggap lebih cocok sebagai kaum militan yang teguh, menegakkan ajaran Islam secara utuh. Mereka juga memiliki keahlian tempur yang hebat. Sebagian bekal menjadi pasukan Al-Mahdi. Pandangan ini belum tentu benar, tapi belum tenttu juga. Hanya Allah yang maha Tahu. Siapakah kaum yang paling berhak menjadi pembela Al-Mahdi. Wallahu a’lam.
Misteri Nabi Isa di akhir Zaman Turunnya Nabi Isa’alaihis salaam menjadi salah satu tanda besar makin dekatnya kiamat. Ada sekitar 33 hadits Shahih bahkan sebagian dari ahli hadits mengatakan jumlahnya sekitar 90 hadits tentang kedatangan Nabi Isa pada akhir zaman. Dalam sebuah hadits:
‘’Isa ibn Maryam akan turun di ‘Menara putih’ (Al-Mannaratul Baidha’) di Damaskus) bagian timur,’’ (HR. Tabrani dari Aus bin Aus)
Dalam hadits lain disebutkan ‘’Ia mengnakan 2 potong baju yang di celup ja’faran dan waros dan meletakan kedua telapak tangan diatas sayap-sayap 2 malaikat. Jika dia menundukan kepalanya maka akan menetes jika dia mengangkatnya turunlah air seperti mutiara. Maka tiada seorang kafir pun yang akan mencium aroma. Nafasnya kecuali dia mati dan nafasnya tercium dari jarak sejauh pandangannya.’’
Saat turun Nabi Isa ikut mendirikan Shalat bersama Imam Mahdi kemudian berkata ‘’Majulah wahai Rahullah jadilah imam.’’ Nabi Isa menjawab, ‘’Tidak diantara kalian ada pemimpin yang telah dimuliakan oleh Allah dalam umat ini.’’ Nabi Isa turun kebumi tidak membawa syariat baru tapi melanjutkan syariat Nabi Muhammad untuk menegakkan agam tauhid dan meluruskan kaumnya yang menyembahnya sebagai Tuhan. Nabi Isa bersama pasukan Al-Mahdi berhasil menaklukan Roma kemudian membunuh babi dan memecah salib. Sejak itulah umat Nasrani berbondong-bondong memeluk agama Islam kecuali kaum Yahudi. Pasukan Islam di dalam kepemimpinan Al-Mahdi dan Nabi Isa kemudian memerangi bangsa Yahudi. Inilah tanda-tanda kiamat yang paling besar sebagaiman sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam:
‘’Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Maka kaum Muslimin membunuh mereka sampai Yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan Dan berkatalah batu dan pohon. Wahai muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon Yahudi.’’ (HR. Muslim)
Bangsa Yahudi dipimpin Dajjal akan melakukan perlawanan. Inilah perang terbesar pada akhir zaman. Dajjal bersama pasukan Yahudi akhirnya berhasil dikalahkan. Dalam sebuah riwayat, saat Dajjal melarikan diri dihadang oleh Nabi Isa’alaihi salaam, badannya mendadak meleleh seperti lilin terkena api. Maka musnahlah Dajjal yang hidup di muka bumi lebih dari 4000 tahun. Setelah itu bumi akan diliputi keamanan dan kedamaian. Nabi Isa akan hidup di bumi selama 24 tahun menegakan keadilan dan kedamaian. Dalam hadits lain disebut selama 40 tahun. Nabi Isa kemudian wafat dan dimakamkan disamping makam Rasulullah Shalallahu’Alaihi wa sallam. Saat ini makam untuk Nabi Isa yang berada di masjid Nabawi sudah disiapkan untuk menyambut nabiyullah ini.
Kebenaran Terjadinya kiamat dengan Turunnya Nabi Isa AS
Turunnya Nabi Isa’alaihis salaam ke muka bumi ini merupakan tanda yang jelas datangnya hari kiamat, Allah berfirman dalam surat Az-Zukhruf:
’Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar adalah tanda bagi hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.’’ (QS: Az-Zukhruf: 43: 61)
Turunlah Nabi Isa juga kedatangan Al-Mahdi untuk mengupas Dajjal merupakan tanda-tanda akhir zaman yang wajib kita percayai. Maha benar Allah dan segala firman-Nya 
Terima kasih...
assalamualaikum

Friday, September 28, 2018

Kisah Hidup Imam Bukhari Yang Mengagumkan tepat dan lengkap


Keilmuan Imam Bukhari
imam bukhari lahir di uzbekista.asia tengah

Kelahiran  dan Masa Imam Bukhari
Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekista, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju’fly Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jum’at, tepatnya tanggal 13 Syawal 194 H (21 juli 810 M).
Kejeniusan Imam Bukhari
Bukhari diakui memiliki daya hapal tinggi, yang diakui oleh kakaknya Rasyid bin Ismail. Kakak sang Imam ini menuturkan, pernah Bukhari muda dan beberapa murid lainnya mengikuti kuliyah dan ceramah cendekiawan Balkh. Tidak seperti murid lainnya, Bukhari tidak pernah membuat cacatan kuliyah. Ia sering dicela membuang waktu karena tidak mencatat, namun Bukhari diam tak menjawab. Suatu hari, karena merasa kesal terhadap celaan itu, Bukhari meminta kawan-kawannya membawa catatan mereka, kemudian beliau membacakan secara tepat apa yang pernah disampaikan selama dalam kuliyah dan ceramah tersebut. Terceganglah mereka semua, lantaran Bukhari ternyata hafal di luar kepala 15.000 hadits, lengkap dengan keterangan yang tidak sempat mereka catat.
Ketika sedang berada di Bagdad, Imam Bukhari pernah didatangi oleh 10 orang ahli hadits yang ingin menguji ketinggian ilmu beliau. Dalam pertemuan itu, 10 ulama tersebut mengajukan 100 buah hadits yang sengaja ‘’diputar-balikan’’ untuk menguji hafalan, Imam Bukhari. Ternyata hasilnya menggumkan. Imam Bukhari mengulang kembali secara tepat masin-masing hadits yang salah tersebut, lalu mengoreksi kesalahannya, kemudian membacakan hadits yang benarnya. Ia menyebutkan seluruh hadits yang salah tersebut di luar kepala, secara urut, sesuai dengan urutan penany dan urutan hadits yang dinyatakan, kemudian membetulkannya. Inilah yang sangat luar biasa dari sang Imam, karena beliau mampu menghapal hanya dalam waktu satu kali dengar.
Selain terkenal sebagai seorang ahli hadits, Imam Bukhari ternyata tidak melupakan kegiatan lain, yakni olahraga. Ia misalnya sering belajar memanah sampai mahir, sehingga dikatakan sepanjang hidupnya, sang Imam tidak luput dalam memanah kecuali hanya dua kali. Keadaan itu timbul sebagai pengalaman sunnah Rasul yang mendorong dan menganjurkan kaum Muslimin belajar mengunakan anak panah dan alat-alat perang lainnya.
Karya-Karya Imam Bukhari
Karyanya yang pertama berjudul ‘’Qudhaya as Shahabah wat Tabi’in’’ (peristiwa-peristiwa Hukum di zaman sahabat dan Tabi’in). Kitab ini ditulisnya ketika masih berusia 18 tahun. Ketika menginjak usia 22 tahun, Imam Bukhari menunaikan ibadah haji ke Tanah suci bersama-sama dengan ibu dan kakaknya yang bernama Ahmad. Disanalah beliau menulis kitab ‘’ At-Tarikh’’ (sejarah) yang terkenal itu. Beliau pernah berkata, ‘’Saya menulis buku ‘’At-Tarikh’’ di atas makam Nabi Muhammad SAW di waktu malam bulan purnama’’.
Karya Imam Bukhari lainnya antara lain adalah kitab Al-jami’ ash Shahih, Al-Adab al Mufrad, At Tharikh as Shaghir, At Tarikh Al Awsat. At Tarikh al Kabir, At Tafsir Al Kabir, Al Musnad al Kabir, Al Kabir, Kitab al ‘Ilal, Raf’ul Yadain fis salah, Birrul Walidain, kitab Ad Du’afa, Asami As Sahabah dan Al Hibah. Diantara semua karyanya tersebut. Yang paling monumental adalah kitab Al-Jami’ as-Shahih yang terkenal dengan nama Shahih Bukhari
Dalam sebuah riwayat diceritakan. Imam Bukhari berkata:’’Aku bermimpi melihat Rasulullah SAW.. seolah-olah aku berdiri di hadapannya, sambil memegang kipas yang kupergunakan untuk menjaganya. Kemudian aku tanyakan mimpi itu kepada sebagian ahli ta’bir, ia menjelaskan bahwa aku akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan dari hadist-hadist Rasulullah SAW. Mimpi inilah, antara lain, yang mendorongku untuk melahirkan kitab Al-Jami’ As-Sahih.’’
Dalam menghimpun hadist-hadits Shahih dalam kitabnya tersebut. Imam Bukhari mengunakan kaidah-kaidah penelitian secara ilmiah dan sah yang menyebabkan keshahian hadits-haditsnya dapat dipertanggungjawabkan. Ia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meneliti dan menyelidiki keadaan para perawi, serta memperoleh secara pasti kesahihan hadist-hadits yang diriwayatkannya.
Imam Bukhari senantiasa membandingkan hadits-hadits yang diriwayatkan, satu dengan lainnya, menyaringkan dan memilih nama yang menurutnya paling shahih. Sehingga kitabnya merupakan batu uji dan penyaring bagi hadits-hadits tersebut. Hal ini tercermin dari perkataanya: ‘’Aku susun kitab Al Jami’ ini yang dipilih dari 600.000 hadits selama 16 tahun.’’
Banyak para ahli hadits yang berguru kepadanya. Diantaranya adalah Syekh Abu Zahrah, Abu Hatim Tirmidzi, Muhammad Ibn Nasr dan Imam Muslim bin Al Hajjaj (pengarang kitab Shahih Muslim). Imam Muslim menceritakan : ‘’Ketika Muhammad bin Ismail (Imam Bukhari) datang ke Naisar, aku tidak pernah melihat seorang kepala daerah, para ulama dan penduduk Naisabur yang memberikan sambutan seperti apa yang mereka berikan kepadanya.’’ Mereka menyambut kedatangannya dari luar kota sejauh dua kota atau tiga marhalah (100k), sampai-sampai Muhammad bin Yahya Az Zihli (guru imam Bukhari) berkata :’’Barang siapa hendak menyambut kedatangan Muhammad bin Ismail bergi pagi, lakukanlah, sebab aku akan ikut menyambutnya.’’
Penelitian Hadits
Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits Shahih. Bukhari mengabiskan waktu selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawih hadits. mengmpulkan dan menyeleksi haditsnya. Diantaranya kota-kota yang disinggahinya antara lain Basrah, Mesir, Hijaz (Mekkah, Madinah), Kufah, Baghdad sampai ke asia Barat. Di Baghdad Bukhari sering bertemu dan berdiskusi dengan ulama besar Imam Ahmad bin Hanbali. Dari sejumlah kota-kota itu, ia bertemu dengan 80.000 perawi. Dari merekalah beliau mengumpulkan dan menghapal satu juta hadits.
Namun tidak semua yang ia hapal kemudian diriwayatkan melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan seleksi yang sangat ketat. Diantaranya apakah sanad (riwayat) dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawih (periwayat/pembawa) hadits itu terpercaya dan tsiqqah (kuat). Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani. Akhirnya Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadits dalam karya monumentalnya Al Jami’ as-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.
Dalam meneliti dan menyeleksi hadits dan diskusi dengan para perawih tersebut, Imam Bukhari sangat sopan. Kritik-kritik yang ia lontarkan kepada para perawih juga cukup halus namun tajam. Kepada para perawih yang sudah jelas kebohongannya ia berkata,’’perlu dipertimbangkan, para ulama meninggalkan atau ulama berdiam dari hal itu’’ sementara kapada para perawih yang hadits tidak jelas ia mengatakan ‘’Haditsnya diingkari’’. Bahkan banyak meninggalkan perawih yang diragukan kejujuranya. Beliau berkata ‘’Saya meninggalkan 10.000 hadits yang diriwayatkan oleh perawih yang perlu dipertimbangkan dan meninggalkan hadits-hadits dengan jumlah yang sama atau lebih, yang diriwayatkan oleh perawih yang dalam pandanganku perlu dipertimbangkan’’.
Banyak para ulama atau perawih yang ditemui sehingga Bukhari banyak mencatat jati diri dan sikap mereka secara teliti dan akurat. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap mengenai sebuah hadits, mencek keakuratan sebuah hadits ia berkali-kali mendatangi ulama atau perawih meskipun berada di kota-kota atau negeri yang jauh sepeti Baghdad, Kufah, Mesir, Syam, Hijaz sepeti yang dikatakan beliau ‘’Saya telah mengunjungi Syam, Mesir dan Jazirah masing-masing dua kali, ke Basrah empat kali menetap di Hijaz selama enam tahun dan tidak dapat dihitung berapa kali saya mengunjungi Kufah dan Baghdad unuk menemui ulama-ulama ahli hadits.’’
 Disela-sela kesibukannya sebagai ulama, pakar hadits, ia juga dikenal sebagai ulama dan ahli fiqih, bahkan tidak lupa dengan kegiatan kegiatan olahraga dan rekreatif seperti belajar memanah sampai mahir, bahkan menurut suatu riwayat, Imam Bukhari tidak pernah luput memanah kecuali dua kali.
Metode Imam Bukhari dalam Menulis Kitab Hadits
Sebagai intelektual muslim yang berdisiplin tinggi. Imam Bukhari dikenal sebagai pengarang kitab yang produkfif. Karya-karyanya tidak hanya dalam disiplin ilmu hadits, tapi juga ilmu-ilmu lain, seperti tafsir, fikih, dan tarikh. Fatwa-fatwanya selalu menjadi pegangan umat sehingga ia menduduki derajat sebagai mujtahid mustaqil (ulama yang ijtihadnya independen). Tidak terikat pada mazhab tertentu. Sehingga mempunyai otoritas tersendiri dalam berpendapat dalam hal hukum.

Pendapat-pendapatnya terkadang sejalan dengan Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi, pendiri mashab Hanafi), tetapi terkadang bisa berbeda dengan beliau. Sebagai pemikir bebas yang menguasai ribuan hadits Shahih, suatu saat beliau bisa sejalan dengan Ibnu Abbas, Atha ataupun Mujahid dan bisa juga berbeda pendapat dengan mereka.
Diantara puluhan kitabnya, yang paling msyhur ialah kumpulan hadits Shahih yang berjudul Al-Jami’ as-Shahih, yang belakang lebih populer dengan sebutan Shahih Bukhari. Ada kisah unik tentang penyusun kitab ini. Suatu malam Imam Bukhari bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW...seolah-olah Nabi Muhammad SAW. berdiri dihadapannya. Imam Bukhari lalu menanyakan makna mimpi itu kepada ahli mimpi. Jawabannya adalah beliau (Imam Bukhari) akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan yang disertakan orang dala sejumlah hadits Rasulullah SAW. Mimpi inilah, antara lain yang mendorong beliau untuk menulis kitab ‘’Al-Jami’as-Shahih’’.
Dalam menyusun kitab tersebut, Imam Bukhari sangat berhati-hati. Menurut Al-Firbari,salah seorang muridny, ia mendengar Imam Bukhari berkata. ‘’Saya susun kitab Al-Jami’ as-Shahih ini di Masjidil Haran, Mekkah dan saya tidak mencantum sebuah hadits pun kecuali sesudah shalat istikharah dua rakaat memohon pertolongan kepada Allah, dan sesudah meyakini betul bahwa hadits itu benar-benar Shahih’’. Dimasjidil Haram-lah ia menyusun dasar pemikiran dan bab-babnya secara sistematis.
Setelah itu ia menulis mukaddinah dan pokok pokok bahasannya di Rawdah Al-jannah, sebuah tempat antara makam Rasulullah dan mimbar di Masjid Nabawi di Madinah. Barulah setelah itu ia mngumpulkan sejumlah hadits dan menempatkannya dalam bab-bab yang sesuai. Proses penyusun kitab ini dilakukan di dua kota suci tersebut dengaan cermat dan tekun selama 16 tahun. Ia menggunakan kaidah penelitihan secara ilmiyah dan cukup modern sehingga hadits haditsnya dapat dipertanggung-jawabkan.
Dibelakang hari, para ulama ulama hadist menyatakan, dalam menyusun kitab Al-jami’ as-shahih, imam bukhori selalu berpegang teguh pada tingkat keshahihannya paling tinggi dan tidak akan turun dari tingkat tersebut, kecuali terhadap babarapa hadist yang bukan merupakan materi pokok dari sebuah bab.
Menurut ibnu shalah, dalam kitab muqaddimah, kitab shahih bukori itu memuat 7275 hadist. Selain itu ada hadist – hadist  yang dimuat secara berulang dan ada 4000 hadist yang dimuat secara utuh tanpa pengulangan. Penghitungan itu juga dilakukan oleh syekh muhyiddin An Nawawi dalam dalam kitab at-taqrib. Dalam hal itu, ibnu hajar Al-Atsqalani dalam kata pendahuluannya untuk kitab fathul bari (yakni syarah atau penjelasan atas kitab shahih bukhari) menulis, semua hadist shahih yang dimuat dalam shahih bukhori(setelah dikurangi dengan hadist yang dimuat secara berulang) sebanyak 2.602 buah. Sedangkan hadist yang mu’allaq (ada kaitan satu dengan yang lain, bersambung) namun marfu (duragukan) ada 159 buah. Adapun jumlah semua hadist shahih termasuk yang dimuat berulang sebanyak 7397 buah. Perhitungan berbeda diantara para ahli tersebut dalam mengomentari kitab shahih bukhori semata – mata karena perbedaan pandangan mereka dalam ilmu hadist.
Wafatnya Imam Bukhori
Suatu ketika penduduk samarkand mengirim surat kepada imam bukhori. Isinya, meminta dirinya agar menetap di negeri itu (samrkand). Ia pun pergi memenuhi permohonan mereka. Ketika perjalanan sampai di khartand, sebuah desa kecil terletak dua farsakh (sekitar 10km ) sebelum samarkand, ia singgih terlebih dahulu untuk mengunjungi beberapa familinya. Namun disana beliau jatuh sakit selama beberapa hari. Dan akhirnya meninggal pada tanggal 31 agustus 870 M (256H) pada malam idul fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Beliau dimakamkan selepas shalat dzuhur pada hari raya idul fitri. Sebelum meninggal dunia ia berpesan bahwa jika meninggal nanti jenazahnya agar dikafani tiga helai kain tanpa baju dalam dan tidak memakai sorban.

terima kasih 
assalamualaikum....