NABI ISA ALAIHISSALAM
Dalam Al-Qur’an, Nabi Isa AS
disebut sebagai Isa, putra Maryam, dan Al-masih. Nabi Isa AS diturunkan di
tengah-tengah kaum Yahudi sekitar 600 tahun sebelum Nabi Muhammad Saw. Diturunkan
ke tengah-tengah bumi Arab.
Berbicara tentang kisah Nabi
Isa tentu tak bisa kita lepaskan dengan kejadian ajaib yang hanya bisa
dilakukan oleh Allah SWT. Bagaimana tidak? Isa adalah seorang nabi yang terahir
dari rahim seorang gadis perawan bernama Maryam. Permpuan bernama Maryam binti
Imran adalah seorang gadis yang hidup dalam keadaan bersih dan suci. Sebuah kehidupan
yang dipuji Allah SWT. Melalui firman-Nya dalam surat At-Thamrin ayat 12:
Kisah Nabi Isa – Kelahiran Sang
Nabi
Ketika Maryam menginjak usia
remaja, ia keluar dari rumah menuju ke arah timur dari Baitul Maqdis.
Tiba-tiba, di bawah pohon yang rindang, ia dikejutkan oleh kemunculan seorang
lelaki tampan dan gagah. Melihat Maryam yang sangat khawatir dengan
kedatangannya, lelaki itu kemudian menjelaskan tentang siapa dia sebenarnya.
Lelaki itu adalah Malaikat Jibril
yang diutus oleh Allah SWT. Untuk memberikan anak yang suci, yang diberi
derajat kenabian dan hikmah dari Allah SWT. Setelah mengetahui sosok lelaki
yang mendatanginya, Maryam menjadi tenang dan menyetujui apa yang telah
dikehendaki Allah. Setelah itu, Jibril meniup ruh ke dalam rahimnya.
Pertemuan Maryam dan
malaikat Jibril terkait kisah Nabi Isa ini disebutkan di dalam Al-Qur’an (QS
Maryam: 19-21):
‘’Dia (Jibril) berkata,’Sesungguhnyya
aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberikan anak laki-laki yang
suci’’’
‘’Maryam berkata,’Bagaimana
akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedangkan tidak pernah seorang manusia
pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!’’’.
‘’Jibril berkata,’Demikianlah.
Tuhanmu berfirman,’Hal itu adalah mudah bagi-ku; dan agar dapat kami
menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami; dan hal
itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.’’
Demikian kisah Nabi Isa
dimulai dengan Maryam yang mengandung Nabi Isa AS tanpa disentuh seorang lelaki
pun. Dari semua perempuan yang ada di bumi ketika itu, Allah SWT. memilih maryam
untuk memikul tanggung jawab dan ujian ini. Sebagimana disebutkan dalam
firman-Nya:
‘’Hai Maryam, Sesungguhnya,
Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu, dan melebihkan kamu atas segala
wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).’’ (QS Ali Imran: 42)
Setelah positif mengandung,
Maryam mengasingkan hidupnya ke tempat yang jauh untuk menyelamatkan kandungan
sekaligus menghindari cemoohan orang yang sudah pasti akan diterimanya. Ia
pergi ke suatu tempat sejuk dan nyaman di suatu bukit yang jauh dari Baitul
Lahm. Di tempat inilah, Isa dilahirkan dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang
dari ibunya, Maryam.
Kisah Nabi Isa adalah sebuah
perjuangan jihad yang berat bagi Maryam. Dalam Kisah Nabi Isa di Al-Qur’an,
Marya sempat merasa bersedih hati karena kesakitan yang luar biasa saat ia
melahirkan Nabi Isa sendirian di bawah pohon kurma. Allah memudahkan kelahiran
Nabi Isa dan membesarkan hati Maryam melalui Jibril sebagai perantara-Nya.
Selepas bayinyaa lahir,
Maryam turun dari bukit dan kembali ke Baitul Lahm. Di sana, seperti yang sudah
diduga, orang-orang mencemoohnya sebagai perempuan pezina. Melalui Jibril,
Allah memerintahkan Maryam untuk tidak menggubris cemoohan orang-orang, bahkan
untuk tidak berbicara sepata kata pun.
Ketika orang-orang
menyerbunya dengan berbagai pertanyaan, Maryam hanya menunjuk Nabi Isa yang
berada dalam gendongannya. Lantas bayi tersebut berbicara:
‘’Sesungguhnya aku ini hamba
Allah. Dia memberiku Al-kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. Dan
Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada. Dan Dia
memerintah kepadaku untuk (mendirikan) salat dab (menunaikan) zakat selama aku
hidup, dan berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadi aku seorang yang
sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari ku
dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan kembali.’’
(QS Maryam: 30-33)
Kisah Nabi Isya – Awal kenabian
Saat berusia 30 tahun, Nabi
Isa AS berkunjung ke rumah yahya bin Zakariyah yang oleh orang-orang Nasrani
dijuluki Yohanna pembaptis. Lalu, Yahya memandikan Isa dengan mandi tobat yang
dalam istilah Nasrani disebut’’baptis’’.
Setelah itu, Malaikat Jibril
turun kepadanya dan menyuruhnya pergi ke gurun pasir. Setelah selama 40 hari
berada di gurun pasir tanpa makan ataupun minum, Nabi Isa diberi wahyu oleh
Allah SWT. Berupa kitab suci bernama injil.
Dalam Al-Qur’an, diceritakan
tentang kenabian Nabi Isa AS:
‘’Dan ingatlah ketika Isa
puta Maryam berkata: ‘Wahai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,
membenarkan kitab yang turun sebelumku, yakni Taurat, dan memberi kabar gembira
tentang akan datangnya seorang Rasul sesudahku yang bernama Muhammad (Ahmad).’’(QS.
Ash-Shaaf: 6)
Dalam kisah Nabi Isa, semasa
beliau menyebarkan ajarannya, tidak sedikit cobaan yang ia dapatkan dari
cemoohan mereka yang kafir. Akan tetapi, sebagaimana Nabi dan Rasul yaang lain,
Nabi Isa juga memiliki pengikut-pengikut yang saleh lagi setia yang menyakini
ajarannya. Mereka selalu ada di sisi Nabi Isa dan membantunya berdakwa di
tengah cemoohan mayoritas kaaum Yahudi. Para pengikut ini dijellaskaan dalam
Al-Qur’an surah Ash-Shaff ayat 14:
‘’,,,, Sebagaimana Isa Ibnu
Maryam telah berkata kepada
pengikut-pengikutnya yang setia,’siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku
(untuk menegakkan agama) Allah?’pengikut-pengikut yang setia itu berkata,’kamilah
penolong-penolong agama Allah’,lalu segolongan Bani Israil beriman dan
segolongan lain kafir,,,’’
Kisah Nabi Isa-Berbagai
Mukjizat sang Nabi
Semasa hidupnya, Nabi Isa
memiliki beberapa mukjizat seperti yang diterangkan dalam Al-Qur’an. Di antara
Mukjizat itu adalah sebagai berikut.
Dapat berbicara ketika masih
dalam buaian ibunya.
Dapat menghidupkan orang
yang sudah mati.
Dapat menghidupkan burung
yang terbuat dari tanah.
Dapat menyembuhkan orang
yang buta sejak kecil.
Mukjizat-mukjizat Nabi Isa
ini juga dipaparkan dalam al-Qur’an, terutama bahwa Nabi Isa melakukan semua
mukjizatnya dengan seizin Allah:
‘’...’Hai Isa putra Maryam,
ingatlah nikmat-ku kepadamu dan kepada ibumu dii waktu Aku menguatkan kamu
dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara
dengan manusia di waktu masih buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di
waktu aku mengejar kamu menulis hikmah Taurat dan injil, dan (ingatlah pula)
waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan
seizin-Ku, kemudian kamu meniupkan kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung
(yang sebenarnya) dengan seizin-ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan
orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-ku dan (ingatlah) di waktu
Aku menghalagi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu
mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata lalu orang-orang
kafif di antara mereka berkata,’Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.’’’
(QS Al-Maidah: 110)
Kisah Nabi Isa – Nabi Tanpa
Bapak
Di antara kekuasaan Allah
yang maha hebat adalah dengan terciptanya Adam tanpa bapak dan ibu, menciptakan
Hawa tanpa ibu dan menciptakan Isa tanpa bapak, serta menciptakan manusia lain
dari bapak dan ibu.
Ketika Allah SWT hendak
menciptakan Nabi Isa AS, Ia mengutus malaikat jibril, yang berwujud menyerupai
manusia, supaya mengunjugi Maryam. Pada waktu Jibril datang Maryam sedang
menyendiri di sebelah timur rumahnya.
Tatkala Maryam melihat
Jibril, ia pun memohon perlindungan kepada Allah SWT, supaya malaikat jibril
menjauh darinya.
Malaikat Jibril menjawab, ia
adalah utusan Allah SWT untuk menyampaikan bahwa Dia mengaruniai Maryam seorang
anak laki-laki yang kelak akan menjadi Nabi,Jibril berkata ‘’Sesungguhnya aku
adalah utusan Tuhanmu untuk mengaruniamu seorang anak laki-laki yang suci’’.
Dengan perasaan kaget Maryam
menjawab apa yang Jibril katakan ‘’Bagaimana aku bisa mempunyai anak sedang
manusia tidak pernah menyentuhku dan bukanlah aku seorang buat yang keji.’’
Dengan lantang Jibril
menjawab,’’Ini adalah perkara tang remeh bagi Allah SWT. Allah menghendaki hal
itu agar menjadi tanda bagi manusia atas kekuasaan-Nya dan sebagai rahmat bagi
siapa yang beriman kepada-Nya dan ia telah memutuskan untuk menjadikannya dan
itu pasti terjadi’’
Akhirnya Maryam pun hamil.
Hingga tiba waktu bersalin, ia pun mendatangi sebuah pohon kurma dan melahirkan
di bawahnya. Kemudian, ia pergi membawa bayi Isa kepada kaumnya. Sayangnya,
mereka beranggapan bahwa bayi itu adalah hasil hubungan gelap.
Pada waktu itu orang-orang
ingin menghukum Maryam dengan merajamnya. Namun, Maryam memberi isyarat kepada mereka
untuk bertanya kepada bayinya.
Orang-orang itu berkata,’’Bagaimana
kami bisa berbicara dengan seorang bayi?’’Ternyata bayi Isa menjawab:’’Sesungguhnya
aku adalah hamba Allah, dia memberi kitab (injil), menjadikan aku sebagai Nabi,
dan membedrkati aku di mana pun aku berada.
Serta berwasiat kepada ku
agar aku mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat selama aku hidup, berbakti
kepada ibuku dan tidak menjadikan aku sebagai orang sombong yang sengsara. Dan
selamatlah atasku pada hari di lahirkan dan ketika aku dilahirkan dan ketika
aku mati serta di bangkitkan dala keadaan hidup.’’setelah itu barulah
orang-orang menyadari kesucian Maryam.
Pemberitahuan Tentang
Kedatangan Nabi Terakhir Muhammad Saw.
Diantara tugas nabi isa
adalah memberitahukan tentang kedatangan nabi terakhir sesudahnya yang bernama
ahmad, yaitu muhammad SAW.
Tatkala isa putra maryam
berkata:”hai bani israel. Sesungguhnya, aku adalah utusan Allah kepadamu untuk
memberitahukan taurat yang ada dihadapanmu, danmemberitahukan kedatangan
seorang rasul yang akan datang sesudahku, bernama ahmad(QS.As-shaf ayat 6)
Pembantu – pembantu nabi isa
Pada saat itu kaumnya masih
banyak yang menyambut seruannya dan mengumumkan keimanan mereka dengan berani,
walaupun hanya terdiri dari beberapa orang.
Para pembantu nabi isa itu
sangat sedikit sekitar 12 orang dn mereka dinamakan AL-hawariyin.
ALLAH SWT berfirman: maka
tatkala isa mengetahui keingkaran mereka(bani israil) berkata dia: siapakah
yang akan menjadi penolong – penolongku untuk(menegakkan agama ) ALLAH, kami
beriman kepada Allah: dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang –
orang yang berserah diri. Ya tuhan kami, kami telah berman kepada apa yang
telah engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkan kami ke
dalam golongan orang – orang yang menjadi saksi(tentang Allah). (QS. Ali Imran
ayat 52 - 53).
Akhir kehidupan nabi isa AS
(ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai isa
sesungguhnya aku menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dengan mengangkatmu
kepadaku serta membersihkan kamu dari orang –orang yang kafir, dan menjadikan
orang – orang yang mengikutimu atas orang – oran g kafir hingga hari kiamat. Kemudian
hanya kepada akulah kembalimu, lalu aku memutuskan diantaramu tengtang hal –hal
yang selalu kamu berselisih padanya(QS. Al-Imran:55)
Arti mematikanmu ialah
menetapkan ajalmu, dan tidak menjadikan seorang yang akan membunuhmu, maka
disini menunjukkan terpeliharanya Al-masih dari musuh – musuhNYA.
Kebanyakan ahli tafsir
menyebutkan bahwa ALLAH mengangkat nabi isa dengan tubuh dan ruhnya.
Dalam hadist sohih menyebutkan,
bahwa isa akan turun ke bumi sebagai salah satu tanda akan datangnya hari
kiamat. Turunnya isa ditengah – tengah umat islam dan menetapkan syariat islam,
yang bersumber dari kitab ALLAH(AL-Quran), yaitu membersihkan bumi dan
memenuhinya dengan keadilan setelh dipenuhi dengan kejahilan.
Terimah
kasih...
Assalamualaikum
warohmatulloh wabarokatuh

maka tatkala isa mengetahui keingkaran mereka(bani israil) berkata dia: siapakah yang akan menjadi penolong – penolongku untuk(menegakkan agama ) ALLAH, kami beriman kepada Allah: dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang – orang yang berserah diri. Ya tuhan kami, kami telah berman kepada apa yang telah engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkan kami ke dalam golongan orang – orang yang menjadi saksi(tentang Allah). (QS. Ali Imran ayat 52 - 53)
ReplyDeletenanti di akhir zaman nabi isa akan turun kebumi bukan sebagai nabi tapi sebagai umat islam yang membantu imam mahdi membunuh al masih ad-dajjal
ReplyDelete