Monday, September 17, 2018

KISAH NABI ISA 'ALAIHISSALAM LENGKAP


NABI ISA ALAIHISSALAM
Dalam Al-Qur’an, Nabi Isa AS disebut sebagai Isa, putra Maryam, dan Al-masih. Nabi Isa AS diturunkan di tengah-tengah kaum Yahudi sekitar 600 tahun sebelum Nabi Muhammad Saw. Diturunkan ke tengah-tengah bumi Arab.
Berbicara tentang kisah Nabi Isa tentu tak bisa kita lepaskan dengan kejadian ajaib yang hanya bisa dilakukan oleh Allah SWT. Bagaimana tidak? Isa adalah seorang nabi yang terahir dari rahim seorang gadis perawan bernama Maryam. Permpuan bernama Maryam binti Imran adalah seorang gadis yang hidup dalam keadaan bersih dan suci. Sebuah kehidupan yang dipuji Allah SWT. Melalui firman-Nya dalam surat At-Thamrin ayat 12:
Kisah Nabi Isa – Kelahiran Sang Nabi
Ketika Maryam menginjak usia remaja, ia keluar dari rumah menuju ke arah timur dari Baitul Maqdis. Tiba-tiba, di bawah pohon yang rindang, ia dikejutkan oleh kemunculan seorang lelaki tampan dan gagah. Melihat Maryam yang sangat khawatir dengan kedatangannya, lelaki itu kemudian menjelaskan tentang siapa dia sebenarnya.
Lelaki itu adalah Malaikat Jibril yang diutus oleh Allah SWT. Untuk memberikan anak yang suci, yang diberi derajat kenabian dan hikmah dari Allah SWT. Setelah mengetahui sosok lelaki yang mendatanginya, Maryam menjadi tenang dan menyetujui apa yang telah dikehendaki Allah. Setelah itu, Jibril meniup ruh ke dalam rahimnya.
Pertemuan Maryam dan malaikat Jibril terkait kisah Nabi Isa ini disebutkan di dalam Al-Qur’an (QS Maryam: 19-21):
‘’Dia (Jibril) berkata,’Sesungguhnyya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberikan anak laki-laki yang suci’’’
‘’Maryam berkata,’Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedangkan tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!’’’.
‘’Jibril berkata,’Demikianlah. Tuhanmu berfirman,’Hal itu adalah mudah bagi-ku; dan agar dapat kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.’’
Demikian kisah Nabi Isa dimulai dengan Maryam yang mengandung Nabi Isa AS tanpa disentuh seorang lelaki pun. Dari semua perempuan yang ada di bumi ketika itu, Allah SWT. memilih maryam untuk memikul tanggung jawab dan ujian ini. Sebagimana disebutkan dalam firman-Nya:
‘’Hai Maryam, Sesungguhnya, Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu, dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).’’ (QS Ali Imran: 42)
Setelah positif mengandung, Maryam mengasingkan hidupnya ke tempat yang jauh untuk menyelamatkan kandungan sekaligus menghindari cemoohan orang yang sudah pasti akan diterimanya. Ia pergi ke suatu tempat sejuk dan nyaman di suatu bukit yang jauh dari Baitul Lahm. Di tempat inilah, Isa dilahirkan dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang dari ibunya, Maryam.
Kisah Nabi Isa adalah sebuah perjuangan jihad yang berat bagi Maryam. Dalam Kisah Nabi Isa di Al-Qur’an, Marya sempat merasa bersedih hati karena kesakitan yang luar biasa saat ia melahirkan Nabi Isa sendirian di bawah pohon kurma. Allah memudahkan kelahiran Nabi Isa dan membesarkan hati Maryam melalui Jibril sebagai perantara-Nya.
Selepas bayinyaa lahir, Maryam turun dari bukit dan kembali ke Baitul Lahm. Di sana, seperti yang sudah diduga, orang-orang mencemoohnya sebagai perempuan pezina. Melalui Jibril, Allah memerintahkan Maryam untuk tidak menggubris cemoohan orang-orang, bahkan untuk tidak berbicara sepata kata pun.
Ketika orang-orang menyerbunya dengan berbagai pertanyaan, Maryam hanya menunjuk Nabi Isa yang berada dalam gendongannya. Lantas bayi tersebut berbicara:
‘’Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al-kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada. Dan Dia memerintah kepadaku untuk (mendirikan) salat dab (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadi aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari ku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan kembali.’’ (QS Maryam: 30-33)
Kisah Nabi Isya – Awal kenabian
Saat berusia 30 tahun, Nabi Isa AS berkunjung ke rumah yahya bin Zakariyah yang oleh orang-orang Nasrani dijuluki Yohanna pembaptis. Lalu, Yahya memandikan Isa dengan mandi tobat yang dalam istilah Nasrani disebut’’baptis’’.
Setelah itu, Malaikat Jibril turun kepadanya dan menyuruhnya pergi ke gurun pasir. Setelah selama 40 hari berada di gurun pasir tanpa makan ataupun minum, Nabi Isa diberi wahyu oleh Allah SWT. Berupa kitab suci bernama injil.
Dalam Al-Qur’an, diceritakan tentang kenabian Nabi Isa AS:
‘’Dan ingatlah ketika Isa puta Maryam berkata: ‘Wahai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab yang turun sebelumku, yakni Taurat, dan memberi kabar gembira tentang akan datangnya seorang Rasul sesudahku yang bernama Muhammad (Ahmad).’’(QS. Ash-Shaaf: 6)
Dalam kisah Nabi Isa, semasa beliau menyebarkan ajarannya, tidak sedikit cobaan yang ia dapatkan dari cemoohan mereka yang kafir. Akan tetapi, sebagaimana Nabi dan Rasul yaang lain, Nabi Isa juga memiliki pengikut-pengikut yang saleh lagi setia yang menyakini ajarannya. Mereka selalu ada di sisi Nabi Isa dan membantunya berdakwa di tengah cemoohan mayoritas kaaum Yahudi. Para pengikut ini dijellaskaan dalam Al-Qur’an surah Ash-Shaff  ayat 14:
‘’,,,, Sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah  berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia,’siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?’pengikut-pengikut yang setia itu berkata,’kamilah penolong-penolong agama Allah’,lalu segolongan Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir,,,’’
Kisah Nabi Isa-Berbagai Mukjizat sang Nabi
Semasa hidupnya, Nabi Isa memiliki beberapa mukjizat seperti yang diterangkan dalam Al-Qur’an. Di antara Mukjizat itu adalah sebagai berikut.
Dapat berbicara ketika masih dalam buaian ibunya.
Dapat menghidupkan orang yang sudah mati.
Dapat menghidupkan burung yang terbuat dari tanah.
Dapat menyembuhkan orang yang buta sejak kecil.
Mukjizat-mukjizat Nabi Isa ini juga dipaparkan dalam al-Qur’an, terutama bahwa Nabi Isa melakukan semua mukjizatnya dengan seizin Allah:
‘’...’Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-ku kepadamu dan kepada ibumu dii waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul  qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu aku mengejar kamu menulis hikmah Taurat dan injil, dan (ingatlah pula) waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian kamu meniupkan kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-ku dan (ingatlah) di waktu Aku menghalagi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata lalu orang-orang kafif di antara mereka berkata,’Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.’’’ (QS Al-Maidah: 110)
Kisah Nabi Isa – Nabi Tanpa Bapak
Di antara kekuasaan Allah yang maha hebat adalah dengan terciptanya Adam tanpa bapak dan ibu, menciptakan Hawa tanpa ibu dan menciptakan Isa tanpa bapak, serta menciptakan manusia lain dari bapak dan ibu.
Ketika Allah SWT hendak menciptakan Nabi Isa AS, Ia mengutus malaikat jibril, yang berwujud menyerupai manusia, supaya mengunjugi Maryam. Pada waktu Jibril datang Maryam sedang menyendiri di sebelah timur rumahnya.
Tatkala Maryam melihat Jibril, ia pun memohon perlindungan kepada Allah SWT, supaya malaikat jibril menjauh darinya.
Malaikat Jibril menjawab, ia adalah utusan Allah SWT untuk menyampaikan bahwa Dia mengaruniai Maryam seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi Nabi,Jibril berkata ‘’Sesungguhnya aku adalah utusan Tuhanmu untuk mengaruniamu seorang anak laki-laki yang suci’’.
Dengan perasaan kaget Maryam menjawab apa yang Jibril katakan ‘’Bagaimana aku bisa mempunyai anak sedang manusia tidak pernah menyentuhku dan bukanlah aku seorang buat yang keji.’’
Dengan lantang Jibril menjawab,’’Ini adalah perkara tang remeh bagi Allah SWT. Allah menghendaki hal itu agar menjadi tanda bagi manusia atas kekuasaan-Nya dan sebagai rahmat bagi siapa yang beriman kepada-Nya dan ia telah memutuskan untuk menjadikannya dan itu pasti terjadi’’
Akhirnya Maryam pun hamil. Hingga tiba waktu bersalin, ia pun mendatangi sebuah pohon kurma dan melahirkan di bawahnya. Kemudian, ia pergi membawa bayi Isa kepada kaumnya. Sayangnya, mereka beranggapan bahwa bayi itu adalah hasil hubungan gelap.
Pada waktu itu orang-orang ingin menghukum Maryam dengan merajamnya. Namun, Maryam memberi isyarat kepada mereka untuk bertanya kepada bayinya.
Orang-orang itu berkata,’’Bagaimana kami bisa berbicara dengan seorang bayi?’’Ternyata bayi Isa menjawab:’’Sesungguhnya aku adalah hamba Allah, dia memberi kitab (injil), menjadikan aku sebagai Nabi, dan membedrkati aku di mana pun aku berada.
Serta berwasiat kepada ku agar aku mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat selama aku hidup, berbakti kepada ibuku dan tidak menjadikan aku sebagai orang sombong yang sengsara. Dan selamatlah atasku pada hari di lahirkan dan ketika aku dilahirkan dan ketika aku mati serta di bangkitkan dala keadaan hidup.’’setelah itu barulah orang-orang menyadari kesucian Maryam.
Pemberitahuan Tentang Kedatangan Nabi Terakhir Muhammad Saw.
Diantara tugas nabi isa adalah memberitahukan tentang kedatangan nabi terakhir sesudahnya yang bernama ahmad, yaitu muhammad SAW.
Tatkala isa putra maryam berkata:”hai bani israel. Sesungguhnya, aku adalah utusan Allah kepadamu untuk memberitahukan taurat yang ada dihadapanmu, danmemberitahukan kedatangan seorang rasul yang akan datang sesudahku, bernama ahmad(QS.As-shaf ayat 6)
Pembantu – pembantu nabi isa
Pada saat itu kaumnya masih banyak yang menyambut seruannya dan mengumumkan keimanan mereka dengan berani, walaupun hanya terdiri dari beberapa orang.
Para pembantu nabi isa itu sangat sedikit sekitar 12 orang dn mereka dinamakan AL-hawariyin.
ALLAH SWT berfirman: maka tatkala isa mengetahui keingkaran mereka(bani israil) berkata dia: siapakah yang akan menjadi penolong – penolongku untuk(menegakkan agama ) ALLAH, kami beriman kepada Allah: dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang – orang yang berserah diri. Ya tuhan kami, kami telah berman kepada apa yang telah engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkan kami ke dalam golongan orang – orang yang menjadi saksi(tentang Allah). (QS. Ali Imran ayat 52 - 53).
Akhir kehidupan nabi isa AS
 (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai isa sesungguhnya aku menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dengan mengangkatmu kepadaku serta membersihkan kamu dari orang –orang yang kafir, dan menjadikan orang – orang yang mengikutimu atas orang – oran g kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada akulah kembalimu, lalu aku memutuskan diantaramu tengtang hal –hal yang selalu kamu berselisih padanya(QS. Al-Imran:55)
Arti mematikanmu ialah menetapkan ajalmu, dan tidak menjadikan seorang yang akan membunuhmu, maka disini menunjukkan terpeliharanya Al-masih dari musuh – musuhNYA.
Kebanyakan ahli tafsir menyebutkan bahwa ALLAH mengangkat nabi isa dengan tubuh dan ruhnya.
Dalam hadist sohih menyebutkan, bahwa isa akan turun ke bumi sebagai salah satu tanda akan datangnya hari kiamat. Turunnya isa ditengah – tengah umat islam dan menetapkan syariat islam, yang bersumber dari kitab ALLAH(AL-Quran), yaitu membersihkan bumi dan memenuhinya dengan keadilan setelh dipenuhi dengan kejahilan.
Terimah kasih...
Assalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh

2 comments:

  1. maka tatkala isa mengetahui keingkaran mereka(bani israil) berkata dia: siapakah yang akan menjadi penolong – penolongku untuk(menegakkan agama ) ALLAH, kami beriman kepada Allah: dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang – orang yang berserah diri. Ya tuhan kami, kami telah berman kepada apa yang telah engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkan kami ke dalam golongan orang – orang yang menjadi saksi(tentang Allah). (QS. Ali Imran ayat 52 - 53)

    ReplyDelete
  2. nanti di akhir zaman nabi isa akan turun kebumi bukan sebagai nabi tapi sebagai umat islam yang membantu imam mahdi membunuh al masih ad-dajjal

    ReplyDelete